Strategy and Policy on Dairy Cattle Development in Areas Outside Java Island in Supporting Domestic Fresh Milk Production

Dwi Priyanto, Dewi Rahmayuni

Abstract

Production of domestic fresh milk has not yet meet the national milk demand, so high amount of milk is still imported (88.56%). The distribution of the dairy cattle population is still concentrated in Java Island (98.84%) which already has limited available land resources. The low productivity of dairy cow is due to the decline in the quality of breed, limited feed and capital. The business scale majority is still low, although its institutional aspect has been well established with the existence of cooperatives and the milk processing industry. This paper discusses the strategies and policies for developing dairy cows in areas outside Java which are appropriate from the upstream to the downstream aspects. The development of dairy cows in areas outside Java Island is still slow, even experiencing a population decline in the last 4 years by 66.21% compared to that in Java that has an increase of 22.09%. Barriers include weak human resource factors, lack of availability of feed (forages and concentrates), low milk productivity and quality, and the production market which is the main thing in dairy business has not been developed. There were many obstacles encountered when dairy cow development program in areas outside Java island was established. Therefore, it requires strategies and policies as well as steps that must be carried out on target. There are several things that need to be done, namely selecting the location, procuring the right breed, training the human resources (target breeders), planting forage and making concentrates, and the main thing is institutional development (upstream to downstream), especially institutions for milk production and marketing. Routine assistance by related agencies and other institutions is needed to ensure the sustainability of dairy farming outside Java.

Keywords

Livestock business development; dairy cattle; outside Java Island

Full Text:

PDF

References

Aisyah S. 2012. Analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha ternak sapi perah rakyat di kecamatan getasan Kabupaten Semarang. EDAJ. 1 (1): 35-41

Astuti M, Widiati R, Suranindyah YY. 2010. Efisiensi produksi usaha sapi perah rakyat (studi kasus pada peternak anggota koperasi usaha peternakan dan pemerahan sapi perah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta). Buletin Pet. 34:64-69.

Baba S, Muktiani A, Akoa A, Dagonga MIA. 2011. Keragaman dan kebutuhan teknologi pakan peternak sapi perah di Kabupaten Enrekang. Media Pet. 34 :146-154.

Conway GR. 1986. Agro-ecosystem analysis for research and development. Bangkok (Thailand): Winrock International.

Danuwidjaja D. 1999. Pengembangan persusuan dan dampaknya bagi pengembangan koperasi dan peternak. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Produksi Peternakan.

Deny S. 2018. Peternak sapi: Harga susu ideal di RI Rp 6.500 per liter [Internet]. [Diakses 24 September 2019]. Tersedia di: https://www.liputan6.com/bisnis/read/ 3464837/peternak-sapi-harga-susu-ideal-di-ri-rp-6500-per-liter#

[Ditjen PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2017. Statistik peternakan dan kesehatan hewan. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

[Ditjen PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2018. Statistik peternakan dan kesehatan hewan. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

[Ditjen PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2012. Program pengembangan sapi perah dalam kesiapan penyediaan susu. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Peringatan Hari Susu Nusantara. Yogyakarta, 1 Juni 2012.

Djaja W, Matondang RH, Haryono. 2009. Aspek manajemen usaha sapi perah. Dalam: Santosa KA, Diwyanto K, Toharmat T, penyunting. Profil usaha peternakan sapi perah di Indonesia. Bogor (Indonesia): LIPI Press. hlm. 27-68.

Gayatri S, Setiadi A, Isbandi dan Budihardjo. 2005. Analisis ekonomi pemberian kredit sapi perah di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional dan Veteriner. Bogor (Indonesia): Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Gibbs C. 1985. Rapid rural appraisal: An overview of concepts and application. Paper presented in the International Converences on Rapid Rural Appraisal (September 2nd - 5th 1985) Khon-Kaen, Thailand.

Goenawan. 2019. Kebutuhan susu nasional didominasi susu impor kenapa? [Internet]. [Diakses 24 September 2019]. Tersedia di: https:/katadata.co.id/berita/2019/ 12/26/menteri-teten-ungkap-tiga-pengganjal-produksi-susu-sapi-indonesia.

Gumilar P. 2018. Perluasan peternakan sapi perah sasar luar Jawa [Internet]. [Diakses 24 September 2019]. Tersedia di: https://surabaya.bisnis.com/read/ 20180325/99/753923/perluasan-peternakan-sapi-perah-sasar-luar-jawa.

Haloho RD, Imam S, Marzuki SS. 2013. Analisis profitabilitas pada usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Semarang. Jurnal Pengembangan Humaniora. 13:65.

Handayani KS, Purwanti M. 2010. Kesehatan ambing dan higiene pemerahan di peternakan sapi perah Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Bogor. Jurnal Penyuluhan Pertanian. 5.

Herawati T, Priyanto D. 2014. Analisis hubungan karakteristik konsumen terhadap preferensi susu segar. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Malang 12-14 Agustus 2014. Jakarta (Indonesia): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Herawati T, Priyanto D. 2013. Keragaan kinerja industri pengolahan susu dalam mendukung swasembada susu di Indonesia. Prosiding Seminar Teknologi Peternakan dan Veteriner. Medan, 3-5 September 2013. Jakarta (Indonesia): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Herawati T, Priyanto D, Purwantari ND. 2016. Economic value of dairy cattle business in the low land outside Java. Proceedings of International Seminar on Livestock Production and Veterinary Technology. Denpasar, Agust 10th-12th 2016. Jakarta (Indonesia): Indonesian Agency for Agricultural Research and Development

Ilham N, Swastika D. 2001. Analisis daya saing susu segar dalam negeri pasca krisis ekonomi dan dampak kebijakan pemerintah terhadap usaha peternakan sapi perah di Indonesia. JAE. 19:19-43.

Lestariningsih M, Basuki, Endang Y. 2008. Peran serta wanita peternak sapi perah dalam meningkatkan taraf hidup keluarga. Ekuitas. 12:121-141.

Matondang RH, Talib C, Herawati. 2012 Prospek pengembangan sapi perah di luar pulau Jawa mendukung swasembada susu di Indonesia. Wartazoa 22: 161-168.

Mukson T, Ekowati, Handayani M, Harjanti DW. 2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja usaha ternak sapi perah rakyat di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan. Semarang, 20 Mei 2009. Semarang (Indonesia): Universitas Diponegoro.

Pambudi R, Sipayung T, Priatna WB, Burhanuddin, Kriswantriyono A, Satria A. 2001. Kumpulan pemikiran: Bisnis dan kewirausahaan dalam sistem agribisnis. Cetakan Ketiga. Bogor (Indonesia): Pastaka Wirausaha Muda.

[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian. 2016. Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting. Permentan No.48/Permentan/PK.210/10/2016. Jakarta (Indonesia): Kementerian Pertanian.

[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian. 2018. Pedoman pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 18/Permentan/RC.040/4/2018. Jakarta (Indonesia): Kementerian Pertanian.

Pramono D, Priyanto D. 2012. Profil usaha ternak sapi perah di Jawa Tengah dan upaya perbaikannya. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan.. Inovasi Agribisnis Peternakan untuk Ketahanan Pangan. Bandung (Indonesia): Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran.

Pratisthita RN, Munandar M, Homzah S. 2014. Peran modal sosial dalam menunjang dinamika kelompok peternak sapi perah (studi kasus di kelompok 3 TPK Pulosari Pangalengan). Jurnal Ilmu Ternak. 1:52–57.

Priyanto D, Herawati T. 2014. ”Success Story” usaha sapi perah rakyat di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional. Teknologi Agribisnis Peternakan untuk Akselerasi Pemenuhan Pangan Hewani. Seri II. Purwokerto (Indonesia): Universitas Jenderal Soediriman.

Priyanto D, Herawati T, Sutama IK, Wibowo B, Arsana B, Widiawaty Y, Nurhayati, Aminah S, Saheri, Priyadi A. 2016. Laporan Akhir Penelitian. Model pengembangan sapi perah di luar Jawa (Analisis profil usaha sapi perah di dataran tinggi). Bogor (Indonesia): Balai Penelitian Ternak.

Priyanto D. 2011. Prospek kinerja usaha sapi perah rakyat dalam menduung ekonomi rumah tangga. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan III. Road to Green Farming. 2 November 2011. Bandung (Indonesia): Fakultas Peternakan, Universitas Pajajaran.

Priyanto D. 2012. Pengujian pakan konsentrat berbasis sumberdaya lokal menduung penumbuhan kelembagaan sapi perah berkelanjutan di Kabupaten Salatiga. Prosiding Seminar Nasional. Teknologi dan Agribisnis Peternakan dalam Menunjang Pemenuhan Protein Hewani Nasional. Purwokerto (Indonesia): Universitas Jenderal Soedirman.

Priyanto D. 2013. Kinerja ekonomi usaha peternakan sapi perah rakyat di Pulau Jawa. Prosiding Seminar Nasional. Pengembangan Agribisnis Peternakan Menuju Swasembada Protein Hewani. Purwokerto (Indonesia): Universitas Jenderal Soedirman.

Priyanto D. 2019. Prospek pengembangan sapi perah di Provinsi Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Teknologi Peternakan dan Veteriner Mendukung Kemandirian Pangan di Era Industri 4.0. Jember, 15-17 Oktober 2019. Jakarta (Indonesia); Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Priyanto D, Nasrullah, Isbandi. 2015. Pengembangan usaha ternak sapi perah rakyat di Pulau Jawa (profil, masalah, solusi). Jakarta (Indonesia): IAARD Press.

Priyanto D. 2017. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha ternak sapi perah rakyat di Pulau Jawa. Prosiding Seminar Nasional Agribisnis IV. Potensi dan Peningkatan Nilai Tambah Produk Agribisnis Lokal Untuk Kesejahteraan Petani. Program Studi Agribisnis. Semarang (Indonesia): Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dan Perhepi Pemda Semarang.

Priyanto D, Widiawati Y. 2010. Efisiensi pemanfaatan bungkil inti sawit (BIS) sebagai substitusi bungkil kedele dalam ransum sapi perah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Teknologi Peternakan dan Veteriner Ramah Lingkungan dalam Mendukung Program Swasembada Daging dan Peningkatan Ketahanan pangan. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak

Priyanto D, Suradisatra K. 2018. Nurturing sheep hamlet of Cinyurup: A Paralel to SR-CRSP field experience (An insight of Sheep Hamlet Cinyurup-Juhut, Province of Banten). Proceeding International Seminar on Livestock Production and Veterinary Technology. Smart Livestock Management to Support Breeding Stock Availability Toward Modern Agriculture. Kualanamu, 16-20th October 2018. Jakarta (Indonesia): IAARD Press

Priyono, Priyanti A. 2018. Perspektif perkembangan ketersediaan produksi sumber protein asal ternak di Indonesia. Wartazoa 28: 23-32.

Rahayu ET. 2013. Analisis pendapatan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Sains Peternakan. 11:99-105.

Rini CL. 2018. Indonesia darurat susu segar dalam negeri pada 2020 [Internet]. [disitasi 14 Februari 2018]. Tersedia dari: https:/www.republika.co.id./berita/ ekonomi/pertanian /18/D3/P.58 H 62099.

Sa’id EG, Intan AH. 2001. Manajemen agribisnis. Jakarta (Indonesia): PT Ghalia Indonesia dengan MMA – IPB.

Santosa SI, Setiadi A, Wulandari R. 2013. Analisis potensi pengembangan usaha peternakan sapi perah dengan menggunakan paradigma agribisnis di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Buletin Peternakan. 37:125-135.

Saragih B. 2001. Kumpulan pemikiran: Agribisnis, paradigma baru pembangunan ekonomi berbasis pertanian. Jakarta (Indonesia): Yayasan Mulia Persada Indonesia dan PT Suveyor Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunanan IPB dan Unit for Sosial and Economic Studies and Evaluation (USESE) Foundation.

Simatupang T. 2018. Kebutuhan susu nasional tak seimbang dengan produksinya [Internet]. [disitasi 14 Februari 2018]. Tersedia dari: https://beritagar.id/artikel/berita/ kebutuhan-susu-nasional-tak-sebanding-dengan-produksinya.

Suradisastra K, Priyanto D, 2011. Pemberdayaan posisi dan peran tokoh tradisional dalam upaya pengembangan ternak di Provinsi Banten. Wartazoa. 21:51-59.

Utami KB, Radiati LE, Suryowardoyo P. 2013. Kajian kualitas susu sapi perah PFH (studi kasus pada anggota Koperasi Agro Niaga di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang). J Ilmu-Ilmu Peternakan. 24:58-66.

Wahyudi L, Susilawati T, Wahyuningsih S. 2013. Tampilan reproduksi sapi perah pada berbagai paritas di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. J Ternak Tropika. 14:13-22.

Wibowo B, Priyanto D. 2012. Diversifikasi produk yoghurt dalam mendukung pendapatan kelompok ternak sapi perah (kajian analisis ekonomi). Prosiding Seminar Nasional. Teknologi dan Agribisnis Peternakan dalam Menunjang Pemenuhan Protein Hewani Nasional. Purwokerto (Indonesia): Universitas Jenderal Soedirman.

Yuniarto TK. 2019. Menteri Teten Ungkap Tiga Pengganjal Produksi Susu Sapi di Indonesia [Internet]. [disitasi 14 Februari 2018]. Tersedia dari: https://katadata.co.id/berita/2019/12/26/menteri-teten-ungkap-tiga-pengganjal-produksi-susu-sapi-indonesia.

Yusdja Y. 2005. Kebijakan ekonomi industri agribisnis sapi perah di Indonesia. AKP 3:256-267.

Yustinus ADP. 2018. Masalah SDM masih bayangi industri sapi perah jateng [Internet]. [disitasi 14 Februari 2018]. Tersedia dari: https://ekonomi.bisnis.com/ read/20180506/99/792041/masalah-sdm-masih-bayangi-industri-sapi-perah-jateng.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Copyright (c)  2020 WARTAZOA. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.