Partnership Program on Bali Cattle Fattening Based on Local Resources in the Suboptimal Land Area of Nusa Tenggara Timur

Priyono Priyono, Dwi Priyanto

Abstract

Bali cattle is Indonesian germplasm that well adapted on suboptimal condition. This cattle has been developed widely in Nusa Tenggara Timur (NTT). Problem in accessing capital became one of the factors that inhibited the development of Bali cattle in the large scale. One alternative to access capital is through partnership model of Bali cattle fattening based on local resources. Partnership model of Bali cattle fattening was intiated by pusat koperasi unit desa (PUSKUD) since 2002 in Kupang District, South Central Timor District, North Central Timor District, and Belu District. Profit sharing in this program is 70% for farmers and 30% for PUSKUD NTT. The partnership program has been performing well and growing rapidly. In its development, the partnership model has resulted in empowering farmers through increasing income and employment. However, dead cattle and forced sale still occur due to the lack of feed during ry season.

Keywords

Partnership; Bali cattle; fattening; local resources; suboptimal land area

References

BPS. 2017. Statistik Indonesia 2016. Jakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik.

BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2017. Nusa Tenggara Timur dalam angka 2016. Kupang (Indonesia): Badan Pusat Statistik Povinsi Nusa Tenggara Timur.

Budiarsana IGM, Handiwirawan E, Diwyanto K. 2013. Pemberdayaan peternak melalui kerjasama usaha penggemukan sapi Bali berbasis sumberdaya lokal di Kupang NTT. Dalam: Tiesnamurti B, Sawit MH, Damardjati DS, Thahir R, penyunting. Model pengembangan sistem integrasi tanaman-sapi berbasis inovasi. Jakarta (Indonesia): IAARD Press. hlm. 225-250.

Ditjen PKH. 2017. Statistik peternakan 2016. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

Diwyanto K, Priyanti A. 2008. Keberhasilan pemanfaatan sapi Bali berbasis pakan lokal dalam pengambangan usaha sapi potong di Indonesia. Wartazoa. 18:34-45.

Djaelani S, Widiati R, Santosa KA. 2009. Pemberdayaan masyarakat melalui proyek gaduhan sapi potong di Kecamatan Oba Tengah dan Oba Utara, Tidore, Kepulauan Maluku Utara. Bul Peternakan. 33:40-48.

Eaton C, Shepherd AW. 2001. Contract farming partnerships for growth. Rome (Italy): FAO Agricultural Services Bulletin 145.

Firmansyah C, Kuswaryan S, Rahayu S. 2006. Manfaat finansial pada pola kemitraan usaha pembibitan sapi potong. J Ilmu Ternak. 6:75-80.

Hadi PU, Ilham N, Thahar A, Winarso B, Vincent D, Quirke D. 2002. Improving Indonesia’s beef industry. Canberra (AUS): ACIAR.

Handiwirawan E, Subandriyo. 2004. Potensi dan keragaman sumber daya genetik sapi Bali. Wartazoa. 14:107-115.

Hanifah VW, Diwyanto K. 2012. Pemberdayaan peternak sapi Bali melalui pola kemitraan di lahan kering iklim kering NTT. Dalam: Prosiding Seminar Nasional: Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi. Kupang, 12-14 September 2012. Bogor (Indonesia): BBP2TP.

Jan R, Sudrana IP, Kasip LM. 2015. Pengamatan sifat-sifat yang mempunyai nilai ekonomi tinggi pada sapi Bali di Kota Mataram. J Ilmu Teknol Peternakan Indonesia. 1:53-59.

Kementerian Pertanian. 1997. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 93/Kpts/OT.210/3/1997 tentang Pedoman Kemitraan Usaha Pertanian. Jakarta (Indonesia): Kementerian Pertanian.

Matondang RH, Talib C. 2015. Model pengembangan sapi Bali dalam usaha integrasi di perkebunan kelapa sawit. Wartazoa. 25:147-157.

Mayangsari D, Prasetyo E, Mukson. 2014. Evaluasi kredit usaha peternakan sapi potong pada kelompok tani ternak. J Econ Policy. 7:14-21.

Muhsis A. 2007. Peran kelompok peternak dan prospek usaha penggemukan sapi potong. Dalam: Darmono, Wina E, Nurhayati, Sani Y, Prasetyo LH, Triwulanningsih E, Sendow I, Natalia L, Priyanto D, Indraningsih, Herawati T, penyunting. Akselerasi Agribisnis Peternakan Nasional melalui Pengembangan dan Penerapan IPTEK. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 21-22 Agustus 2007. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 17-20.

Mullik M, Jelantik IGN. 2009. Strategi peningkatan produktivitas sapi Bali pada sistem pemeliharaan ekstensif di daerah lahan kering: Pengalaman Nusa Tenggara Timur. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan dalam Sistem Peternakan Rakyat. Mataram, 29 Oktober 2009. Mataram (Indonesia): BPTP NTB bekerjasama dengan Universitas Mataram dan Dinas Peternakan Provinsi NTB.

Nalle MN. 2014. Pengaruh kredit terhadap produktivitas sapi potong di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur [Tesis]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Nurdiati K, Handayanta E, Lutojo. 2012. Efisiensi produksi sapi potong pada musim kemarau di peternakan rakyat daerah pertanian lahan kering Kabupaten Gunung Kidul. J Trop Anim Husb. 1:52-58.

Priyanto D. 2016. Strategi pengembalian wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai sumber ternak sapi potong. J Penelitian Pengembangan Pertanian. 35:167-178.

Purwantho. 2012. Performans produksi dan reproduksi sapi Bali di Kaki Gunung Rinjani di Pulau Lombok [Tesis]. [Malang (Indonesia)]: Universitas Brawijaya.

PUSKUD. 2015. Laporan pelaksanaan kegiatan tahun 2002-2014. Kupang (Indonesia): Pusat Koperasi Unit Desa. Nusa Tenggara Timur. unpublished

Puslitbangnak. 2007. Petunjuk teknis penanganan gangguan reproduksi pada sapi potong. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.

Rusdianto SW, Daryanto HKS, Kuntjoro, Priyanti A. 2015. Pengaruh perubahan harga sapi terhadap permintaan input dan penawaran output usaha penggemukan sapi Bali. J Informasi Pertanian. 24:223-232.

Saptana, Ashari. 2007. Pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kemitraan usaha. J Penelitian Pengembangan Pertanian. 26:126-130.

Sonbait LY, Santosa KA, Panjono. 2011. Evaluasi program pengembangan sapi potong gaduhan melalui kelompok lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat di Kabupaten Manokwari Papua Barat. Bul Peternakan. 35:208-217.

Suardika P, Ambarwati IGAA, Sudarma IM. 2015. Efektivitas kemitraan usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan petani-peternak di Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur. J Manaj Agribisnis. 3:155-162.

Suryana. 2009. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan. J Penelitian Pengembangan Pertanian. 28:29-37.

Talib C, Enwistle K, Siregar A, Budiarti-Turner S, Lindsay D. 2003. Survey of population and production dynamics of Bali cattle and existing breeding programs in Indonesia. In: Proceedings Workshop Strategis to Improve Bali Cattle in Eastern Indonesia. Canberra (AUS): ACIAR. p. 3-9.

Wirdahayati RB. 2010. Penerapan teknologi dalam upaya meningkatkan produktivitas sapi potong di NTT. Wartazoa. 20:12-20.

Zulfanita MA, Wiguna, Nurtini S. 2009. Evaluasi kelayakan usaha penggemukan sapi potong gaduhan di Desa Grantung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Bul Peternakan. 33:57-63.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Copyright (c)  2018 WARTAZOA. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.