Prevention of Productive Cows Slaughter through Management of Local State Enterprises

Atien Priyanti, Ismeth Inounu, Nyak Ilham

Abstract

Based on the last national livestock census in 2013, the population number of cattle and buffalo have reduced by 15% compared to that in 2011. The highest reduction happened in Java that reached around 24-27%, while that in Bali and Nusa Tenggara was 25%. One of the reasons was caused by decreasing number of cows due to the increase of productive cows slaughtered every year. Number of cows slaughtered in Bali, Nusa Tenggara, and South Sulawesi had reached on average of 72% from total slaughtered, where more than 90% were productive cows. Reasons for slaughtering productive cows were due to: (1) Lower cows price; (2) Limited bulls supply; (3) Local government regulation on inter-island trade; (4) Weak and inconsistent law enforcement; and (5) Lack of understanding on criteria for productive cows by farmers. Increased rate of slaughtered cattle and increasing rate of inter-island trade volumes that higher than the rate of cattle population had caused the decrease of national cattle population. There are currently needs to improve and develop operation slaughter-houses under management of local state enterprise. The management applies on certain mechanisms that sort of incoming productive females according to different grades into allowable to be slaughtered and selected for breeding females, which could be further traded inter-island as supplier of cows for other regions. This strategy may help the central government to meet the demand for productive cows, particularly in Sumatera and Kalimantan which have abundance of feed biomass resources. Policy support is needed as instruments for all interested stakeholders including those who are willing to invest in cattle development such as oil-palm estates.

Keywords

Local state enterprise; slaughter; productive cow

Full Text:

PDF

References

Astuti M. 2004. Potensi dan keragaman sumberdaya genetik sapi Peranakan Ongole (PO). Wartazoa. 14:98-106.

Baco S, Wello B, Malaka R, Hatta M. 2014. Tingkat kematian dan pertumbuhan pedet sapi Bali melalui perbaikan managemen dengan intervensi pakan konsentrat berbahan lokal. Dalam: Natsir A, Ali HM, Agustina L, Syamsu JA, Syahrir S, Sirajuddin SN, Baba S, Dagong MIA, Hakim MR, penyunting. Peningkatan Produktivitas Ternak Lokal. Prosiding Seminar Nasional Optimalisasi Sumberdaya Lokal pada Peternakan Lokal Berbasis Teknologi. Makassar, 9-10 Oktober 2014. Makassar (Indonesia): Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. hlm. 10-19.

Bamualim AM. 2011. Pengembangan teknologi pakan sapi potong di daerah semi-arid Nusa Tenggara. J Pengembangan Inovasi Pertanian. 4:175-188.

BPS. 2013. Sensus ternak. 2013. Sensus pertanian 2013. Angka nasional hasil survey ST 2013, subsektor rumah tangga usaha peternakan. Jakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik.

BPS. 2014. Konsumsi beberapa macam bahan makanan penting, 2007-2014. Survei sosial ekonomi nasional. Jakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik.

BPS. 2015. Jumlah penduduk Indonesia. Jakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik.

BPS NTT. 2015. Nusa Tenggara Timur dalam angka. Kupang (Indonesia): Badan Pusat Statistik Povinsi Nusa Tenggara Timur.

Dinas PKH Provinsi Bali. 2015. Statistik peternakan dan kesehatan hewan tahun 2015. Denpasar (Indonesia): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali.

Dinas PKH Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2015. Statistik peternakan dan kesehatan hewan tahun 2015. Mataram (Indonesia): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dinas PKH Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2015. Statistik peternakan dan kesehatan hewan tahun 2015. Kupang (Indonesia): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dinas PKH Provinsi Sulawesi Selatan. 2015. Statistik peternakan dan kesehatan hewan tahun 2015. Makassar (Indonesia): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.

Ditjen PKH. 2016. Statistik peternakan dan kesehatan hewan 2016. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

Diwyanto K. 2011. Selamatkan sapi betina produktif. Sinar Tani. Edisi 30 Maret-5 April 2011 No.3399 Tahun XLI.

Hastang, Sirajuddin SN, Asnawi A. 2014. Efisiensi pemasaran daging sapi pada Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Kota Makassar. Dalam: Natsir A, Ali HM, Agustina L, Syamsu JA, Syahrir S, Sirajuddin SN, Baba S, Dagong MIA, Hakim MR, penyunting. Peningkatan Produktivitas Ternak Lokal. Prosiding Seminar Nasional Optimalisasi Sumberdaya Lokal pada Peternakan Lokal Berbasis Teknologi. Makassar, 9-10 Oktober 2014. Makassar (Indonesia): Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. hlm. 314-320.

Hermansyah, Mastur. 2008. Pemotongan ternak tidak tercatat, studi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Sapi Potong untuk Mendukung Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi 2008-2010. Palu, 24 November 2008. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 166-171.

Kalangi LS, Syaukat Y, Kuntjoro SU, Priyanti A. 2014. Technical efficiency of beef cattle breeding business in East Java Province. Media Peternakan. 37:136-142.

Kementan-BPS. 2011. Pendataan sapi potong, sapi perah dan kerbau 2011. Rilis hasil akhir PSPK 2011. Jakarta (Indonesia): Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik.

Kusnadi U. 2008. Inovasi teknologi peternakan dalam sistem integrasi tanaman-ternak untuk menunjang swasembada sapi. J Pengembangan Inovasi Pertanian. 1:189-205.

Mappigau P, Sirajuddin SN, Kasim K, Lestari V, Rohani S. 2014. Perilaku peternak sapi potong dalam penjualan sapi betina produktif (kasus pada sentra produksi sapi Bali di Sulawesi Selatan). Dalam: Natsir A, Ali HM, Agustina L, Syamsu JA, Syahrir S, Sirajuddin SN, Baba S, Dagong MIA, Hakim MR, penyunting. Peningkatan Produktivitas Ternak Lokal. Prosiding Seminar Nasional Optimalisasi Sumberdaya Lokal pada Peternakan Lokal Berbasis Teknologi. Makassar, 9-10 Oktober 2014. Makassar (Indonesia): Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. hlm. 303-313.

Nasrullah, Nurhayu A, Yusmasari, Sariubang M, Armiaty, Pasaribu AM. 2010. Pemotongan sapi betina produktif di Sulawesi Selatan. Makassar (Indonesia): BPTP Sulawesi Selatan.

Oberman R, Dobbs R, Budiman A, Thompson F, Rossé M. 2012. The archipelago economy: Unleashing Indonesia’s potential. Report McKinsey Global Institute September 2012. McKinsey Co [Internet]. [cited 2013 Dec 16]. Available from: http://www.mckinsey.com/insights/asia-pacific/the_ archipelago_economy

Pemkot Malang. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 17 Tahun 2002 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Rumah Pemotongan Hewan (PD RPH) Kota Malang. Malang (Indonesia): Pemerintah Kota Malang.

Pemkot Medan. 2014. Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 11 Tahun 2014 tentang Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Kota Medan. Medan (Indonesia): Pemerintah Kota Medan.

Priyanti A, Cramb RA, Hanifah VW, Mahendri IGAP. 2015. Small-scale cattle raising in East Java: A pathway out of poverty? J Asia Pacific Viewp. 56:335-350.

Rouf A, Daryanto A, Fariyanti A. 2014. Daya saing usaha sapi potong di Indonesia: Pendekatan domestic resources cost. Wartazoa. 24:97-107.

Rusastra IW. 2014. Perdagangan ternak dan daging sapi: rekonsiliasi kebijakan impor dan revitalisasi pemasaran domestik. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 32:59-71.

Rusdianto SW, Daryanto HKS, Kuntjoro, Priyanti A. 2015. Pengaruh perubahan harga sapi terhadap permintaan input dan penawaran output usaha penggemukan sapi Bali. J Informasi Pertanian. 24:223-232.

Sianturi RG, Purwantara B, Supriatna I, Amrozi, Situmorang P. 2012. Optimasi inseminasi buatan pada kerbau lumpur (Bubalus bubalis) melalui teknik sinkronisasi dan ovulasi. JITV. 17:92-99.

Soejosopoetro B. 2011. Studi tentang pemotongan sapi betina produktif di RPH Malang. J Ternak Tropika. 12:22-26.

Suardana IW, Sukada IM, Suada IK, Widiasih DA. 2013. Analisis jumlah dan umur sapi Bali betina produktif yang dipotong di rumah pemotongan hewan Pesanggaran dan Mambal Provinsi Bali. J Sain Vet. 31:43-48.

Talib C. 2002. Sapi Bali di daerah sumber bibit dan peluang pengembangannya. Wartazoa. 12:100-107.

Tawaf R. 2015. Potret bisnis sapi potong dan sapi perah di Indonesia. 2015. Dalam: Seminar Asosiasi Obat Hewan Indonesia. Jakarta, 18 November 2015. Jakarta (Indoesia): Asosiasi Obat Hewan Indonesia.

Tawaf R, Rachmawan O, Firmansyah C. 2013. Pemotongan sapi betina umur produktif dan kondisi RPH di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Dalam: Prosiding Workshop Nasional Konservasi dan Pengembangan Sapi Lokal. Bandung, 13 November 2013. Bandung (Indonesia): Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran.

Yendraliza, Zespin BP, Udin Z, Jaswani. 2012. Penampilan reproduksi kerbau post partum pada berbagai level GnRH yang disinkronisasi dengan PGF2α. JITV. 17:107-111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Copyright (c)  2017 WARTAZOA. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.