Mutu Fisik Organoleptik Pelet Limbah Penetasan dengan Penambahan Bentonit dan Lama Penyimpanan yang Berbeda

YE Rakhmawati, B Sulistiyanto, S Sumarsih

Abstract


Penambahan bentonit sebagai mineral absorben pada proses pembuatan pelet limbah penetasan diharapkan mampu meningkatkan dan mempertahankan mutu fisik-organoleptik pelet selama penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan RAL faktorial 2×3 sebanyak 3 ulangan untuk masing-masing kombinasi perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan bentonit (0 dan 3%) dan lama penyimpanan (4, 8 dan 12 minggu). Parameter yang diamati adalah mutu organoleptik (tekstur, warna, bau dan jumlah pelet pecah) dan mutu fisik (durabilitas dan hardness). Evaluasi mutu organoleptik dilakukan oleh 15 panelis terlatih. Data diuji Kruskal-Wallis α 0,05 sementara durabilitas dan hardness diuji menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara penambahan bentonit dan waktu penyimpanan terhadap mutu fisik organoleptik. Mutu organoleptik tidak mengalami perubahan selama penyimpanan baik dengan bentonit atau tanpa bentonit. Nilai durabilitas (PDI) dan hardness pelet tergolong tinggi (>90% dan 5 kg/cm) selama penyimpanan. Namun, pelet dengan penambahan 3% bentonit memiliki nilai hardness yang lebih rendah dibandingkan dengan pelet tanpa penambahan bentonit. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan bentonit hingga 3% dan lama penyimpanan hingga 12 minggu tidak mempengaruhi mutu fisik-organoleptik pelet limbah penetasan.


Keywords


Pelet Limbah Penetasan; Bentonit; Penyimpanan; Fisik Organoleptik; Mutu

Full Text:

PDF

References


Abdollahi MR, Ravindran V, Svihus B. 2013. Pelleting of broiler diets: An overview with emphasis on pellet quality and nutritional value. Anim Feed Sci Technol. 179:1-23.

Ahmad. 2009. Cemaran kapang pada pakan dan pengendaliannya. J Litbang Pertanian. 28:15-22.

Aslamsyah S, Karim MY. 2012. Uji organoleptik, fisik dan kimiawi pakan buatan untuk ikan bandeng yang disubtitusi dengan tepung cacing tanah (Lumbricus sp). J Akuakultur Indonesia. 11:124-131.

Aziz M. 2009. Ruang lingkup penelitian pengolahan dan pemanfaatan mineral dalam menunjang prioritas kebutuhan nasional. J Bahan Galian Industri. 5:1-14.

Colovic R, Vukmirovic D, Matulaitis R, Bliznikas S, Juškiene V, Levic J. 2010. Effect of die channel press way length on physical quality of pelleted cattle feed. Food Feed Res. 1:1-6.

Franke M, Rey A. 2006. Improving pellet quality and efficiency. Feed Tech. 10:12-15.

Glatz P, Miao, Rodda B. 2011. Handling and treatment of poultry hatchery waste: A review. Sustainability. 3:216-237.

Loar RE, Corzo A. 2011. Effects of feed formulation on feed manufacturing and pellet quality characteristics of poultry diets. World Poult Sci J. 67:19-27.

Mulia DS, Maryanto H. 2014. Uji fisik dan kimiawi pakan ikan yang menggunakan bahan perekat alami. Dalam: Irsyad S, penyunting. Pengembangan Sumber Daya Menuju Masyarakat Madani Berkearifan Lokal. Prosiding Seminar Hasil Penelitian LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Purwokerto, 6 September 2014. Purwokerto (Indonesia): Universitas Muhammadiyah Purwokerto. hlm. 25-33.

Retnani Y, Harmiyanti Y, Fibrianti DAP, Herawati L. 2009. Pengaruh penggunaan perekat sintetis terhadap ransum ayam broiler. J Agripet. 9:1-9.

Rozy EJE. 2008. Pengaruh penambahan bentonit dan air panas terhadap sifat fisik ransum bentuk pellet [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Saenab A, Laconi EB, Retnani Y, Mas’ud MS. 2010. Evaluasi kualitas pelet ransum komplit yang mengandung produk samping udang. JITV. 15:31-39.

Skoch ER, Behnke KC, Doyoe CW, Blinder SF. 1981. The effect of steam-conditioning rate on the pelleting process. Anim Feed Sci Technol. 6:83.

Sulistiyanto B, Utama CS, Sumarsih S. 2016. Effect of administering zeolite on the physical performance of pellet product contained chickens hatchery wastes. In: Yulistiani D, Wardhana AH, Inounu I, Bahri S, Iskandar S, Wina E, Ginting SP, Tarigan S, Tiesnamurti B, Romjali E, Herawati T, Anggraeny YN, Shanmugavelu S, Aquino DL, editors. Promoting Livestock and Veterinary Technology for Sustainable Rural Livestock Development. Proceedings of International Seminar on Livestock Production and Veterinary Technology. Denpasar, 10-12th August 2016. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. p. 415-421.

Tabil LJr, Sokhansanj S. 1996. Process conditions affecting the physical quality of alfalfa pellet. Appl Eng Agric. 12:345-350.

Thomas M, van Vliet T, van der Poel AFB. 1997. Physical quality of pelleted animal feed 3. Contribution of feedstuff component. Anim Feed Sci Technol. 70:59-78.

Widiyastuti T, Prayitno CH, Munasik. 2004. Kajian kualitas fisik pellet pakan komplit dengan sumber hijauan dan binder yang berbeda. Anim Prod. 6:43-48.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.658-665

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id