Populasi, pH dan Zona Bening Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Silase Limbah Kol dengan Penambahan Dedak Padi dan Lama Pemeraman yang Berbeda

AE Harahap, R Febrianti R, ER Siregar

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH, populasi dan mengevaluasi zona bening bakteri asam laktat yang diisolasi dari limbah kol dengan penambahan dedak padi dan lama pemeraman yang berbeda. Penelitian menggunakan limbah kol dan dedak padi. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap pola faktorial 2×3 yaitu faktor A adalah komposisi substrat yaitu: A1 limbah kol 100% + dedak padi 0%; A2 limbah kol 65% + dedak padi 35%. Faktor B adalah lama fermentasi yaitu: B1 0 hari, B2 7 hari dan B3 14 hari. Peubah yang diukur adalah pH, populasi bakteri asam laktat dan zona bening bakteri asam laktat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dedak padi dan lama fermentasi memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan populasi bakteri asam laktat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan hingga 35% dengan lama fermentasi tujuh hari daat meningkatan populasi bakteri asam laktat dan meningkatkan daya hambat bakteri asam laktat.


Keywords


Limbah Kol; Silase; Dedak

Full Text:

PDF

References


Amin, Leksono 2001. Efektivitas bakteri asam aktat dalam menghambat bakteri. Yogyakarta (Indonesia): Airlangga.

Bata M. 2008. Pengaruh molases pada amoniasi jerami padi menggunakan urea terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro. J Agripet. 8:15-20.

Cahya SU, B Sulistiyanto, Setiani BE. 2013. Profil mikrobiologis pollard yang difermentasi dengan ekstrak limbah pasar sayur pada lama peram yang berbeda. Agripet. 13:26-30.

Cappuccino JG, Sherman N. 2005. Microbiology: a laboratory manual, 7th edition. New York (USA): Pearson.

Cintas LM, Rodriguez JM, Fernandes MF, Sletten K, Nes I.F, Hernandez PE, Holo H. 1995. Isolation and characterization of Pediocin L50, a new bacteriocin from Pediococus acidlactic with a broad inhibitory spectrum. Appl Envir Microbiol. 61:2643-2648.

Delgado A, Brito D, Fevereiro P, Peres C, Marques JF. 2001. Antimicrobial activity of L. plantarum, isolated from a traditional lactic acid fermentation of table olives. INRA, EDP Sci. 81:203-215.

Djaafar, TF, Rahayu ES, Wibowo D, Sudarmadji S. 1996. Substansi antimikrobia bakteri asam laktat yang diisolasi dari makanan hasil fermentasi tradisional Indonesia. J Perternakan Indonesia. 6:15-21.

Dwidjoseputro D. 2005. Dasar-dasar mikrobiologi. Jakarta (Indonesia): Djambatan.

Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi pangan 1. Jakarta (Indonesia): Gramedia.

Henderson N. 1993. Silage additives. Anim Feed Sci Technol. 45:35-36.

Kristian P, Zubaidah E, Saparianti E. 2009. Isolasi bakteri asam laktat dari sayur kubis yang memiliki kemampuan penghambatan bakteri patogen. J Teknologi Pertanian. 10:19-27.

Moran J. 2005. Tropical dairy farming: Feeding management for small holder dairy farmers in the humid tropics. Collingwood (Australia): Landlink Press.

Muwakhid B, Soebarinoto, Sofjan O, Am A. 2007. Pengaruh penggunaan inokulum bakteri asam laktat terhadap kualitas silase limbah sayuran pasar sebagai bahan pakan. J Indonesia Trop Anim Agric. 32:159-166.

Nilda B. 2011. Isolasi bakteri asam laktat dari asinan sawi (Brassica juncea L Chern) dan asinan kol (Brassica oleracea L var Capitata) sebagai penghasil antimikroba [Skripsi]. [Makassar (Indonesia)]: Universitas Hasanuddin.

Nunung A. 2012. Silase ikan untuk pakan ternak. Makassar (Indonesia): Dinas Peternakan Sulawesi Selatan.

Ohshima ME, Kimura, Yokota H. 1997. A method of making good quality silage from direct cut alfalfa by spraying previously fermented juice. J Anim Feed Sci Technol. 66:129-137.

Pramono J. 2004. Kajian penggunaan bahan organik pada padi sawah. Agrosains. 6:11-14.

Ramli N, Ridla M, Toharmat T, Abdullah L. 2009. Produksi dan kualitas susu sapi perah dengan pakan silase ransum komplit berbasis sumber serat sampah syuran pilihan. J Indonesia Trop Anim Agric. 34:36-41.

Retnani Y, Syananta FP, Herawati L, Widiarti W, Saenab A. 2009. Physical characteristic and palatability of market vegetable waste wafer for sheep. J Anim Prod. 12:29-33.

Salminen S, Atte van W. 1998. Lactic acid bacteria microbiology and funcional aspect. 2nd Ed. New York (USA), Basel (Belgium): Marcel Dekker, Inc.

Septian FD, Kardaya, Astuti WD. 2011. Evaluasi kualitas silase limbah sayuran pasar yang diperkaya dengan berbagai aditif dan bakteri asam laktat. J Pertanian. 2:117-124.

Suardana IW, Sumiarto B, Lukman DW. 2007. Isolasi dan identifikasi Escherichia coli O157:H7 pada daging sapi di Kabupaten Badung Provinsi Bali. J Vet. 8:16-23.

Sudarmadji S, Bambang H, Suhardi. 1997. Prosedur analisis untuk bahan makanan dan pertanian. Bandung (Indonesia): Penerbit Angkasa.

Todorov SD, Dicks LM. 2005. Optimization of bacteriocin ST311LD production by Enterococcus faecium ST311LD, isolated from spoiled black olives. J Microbiol. 43(4): 370-374.

Vidianto D, Fatmala E. 2011. Penanggulangan pencemaran ingkungan: silase dari limbah organik pasarsebagai bahan alternatif pakan ruminansia. Laporan Penelitian Institut Pertanian Bogor.

Yang Z. 2000. Antimicrobial component and extracellular polysacharide produce by lactic acid bacteria: structure and properties. Helsinski (Finland): Department of Food Technology, University Helsinski.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.673-680

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id