Identifikasi Metode Pengolahan Daging Hasil Buruan secara Tradisional pada Masyarakat Kebar: Sebagai Upaya Penganekaragaman Sumber Protein Hewani

DY Seseray, I Sumpe

Abstract


Kearifan lokal masyarakat Papua sangat unik dan beragam. Salah satunya adalah proses pengolahan daging hasil buruan sebagai sumber protein hewani lokal. Pengolahan daging hasil buruan secara tradisional dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis bahan tanaman yang tersedia di alam sebagai media pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai kajian awal identifikasi metode pengolahan daging hasil buruan secara tradisional oleh masyarakat lokal di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw sebagai salah satu upaya penganekaragaman sumber protein hewani. Diharapkan ke depan kajian ini dapat menjadi sebuah metode pengolahan daging berbasis pengetahuan lokal. Penelitian ini merupakan studi kasus pada masyarakat yang melakukan aktivitas pengolahan daging hasil buruan dengan metode tradisional sebagai responden kunci. Variabel yang diamati meliputi identifikasi alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengolahan secara tradisional, proses pengolahan daging serta waktu yang dibutuhkan pada tahapan persiapan, pemasakan, dan penyajian. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil survei dan wawancara ditemukan bahwa masyarakat di Distrik Kebar 100% memanfaatkan daging hasil buruan sebagai sumber protein hewani. Masyarakat lokal mengolah daging menggunakan metode bakar batu atau barapen (etumbikyeb) menggunakan jenis batu yang menyimpan panas lebih lama dan tidak mudah pecah. Metode kulit kayu (nifyek) dilakukan dengan menggunakan tiga jenis kulit kayu dalam bahasa lokal disebut kulit kayu Woreb, kayu Sram dan kayu Mar. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu daging hasil buruan masih menjadi sumber protein hewani utama bagi masyarakat Kebar dan metode pengolahan daging secara tradisional yaitu metode bakar batu dan kulit kayu.


Keywords


Kearifan Lokal; Daging; Protein Hewani; Bakar Batu; Bark

Full Text:

PDF

References


Fa JE, Peres CA, Meeuwig J. 2002. Bushmeat exploitation in tropical forests: An intercontinental comparison. Conservat Biol. 16:232-237.

Kailuhu HJ, Indrayani E, Kondologit HY, Sanito RC, Kumalasari AM, Kapisa N, Matin N, Nur F. 2016. Papua dalam gambar: Wilayah adat Mamta, tanah sumber kekayaan biodiversitas, ekowisata dan ekonomi kreativitas tak tertandingkan. Jayapura (Indonesia): Penerbit BPLH Provinsi Papua.

Naranjo EJ, Guerra MM, Bodmer RE, BolaƱos JE. 2004. Subsitence hunting by three ethnic groups of the Lacandon Forest, Mexico. J Ethnobiol. 24:233-253.

Pattiselanno F, Mentansan G. 2010. Kearifan tradisional Suku Maybrat dalam perburuan satwa sebagai penunjang pelestarian satwa. J Makara Sos Hum. 14:75-82.

Pattiselanno F, Seseray DY, Yohanes CH. 2016. Menu eksotik dari hutan: Mendorong ketahanan pangan masyarakat di daerah pedalaman Papua. Makalah Internasional Conference on Biodiversity, Eco-Tourism & Creative Economy. Jayapura, 10 September 2016. Jayapura (Indonesia).

Rao M, McGowan PJK. 2002. Wild-meat use, food security, livelihoods, and conservation. Conservat Biol. 16:580-583.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.688-694

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id