Media Penyimpanan Telur, Larva dan Cacing Nematode sebagai Media Uji In Vitro

F Ekawasti, Suhardono ., DH Sawitri DH,, DA Dewi, AH Wardhana, E Martindah

Abstract


Infeksi cacing nematoda saluran pencernaan merupakan salah satu faktor penghambat dalam meningkatkan produktivitas ternak. Pengobatannya dilakukan dengan pemberian obat cacing, tetapi akhir-akhir ini telah dilaporkan adanya kejadian resistensi obat cacing. Sehingga perlu dilakukan uji untuk mengetahui efektivitas obat cacing. Uji efektivitas terhadap obat cacing dapat dilakukan secara in vitro baik pada telur, larva dan cacing dewasa terhadap anthelmintik kimia maupun alami (herbal). Sebelum melakukan uji in vitro terlebih dahulu perlu diketahui media uji in vitro yang baik untuk digunakan agar telur, larva dan cacing nematoda dapat bertahan dengan baik di luar kondisi alamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji media pelarut yang baik untuk penyimpanan telur, larva dan cacing dewasa agar dapat digunakan pada uji in vitro. Media pelarut atau media uji in vitro sebagai penyimpanan telur larva dan cacing dewasa yang biasa digunakan adalah berupa larutan isotonis atau larutan yang mengandung zat tertentu, seperti NaCl 0,9%, DMSO 1%, PBS 1%, CMC 1%, Tween 20 1%, dan akuades. Telur dan larva disimpan pada cawan petri yang telah berisi enam media tersebut dengan masing-masing 3 pengulangan dan waktu pengamatan selama 24 dan 48 jam sedangkan pada cacing dewasa dilakukan pengamatan tiap jam selama lima jam. Diperoleh hasil bahwa media in vitro yang baik untuk telur dan larva cacing adalah DMSO 1%, NaCl, dan PBS 1% sedangkan untuk cacing dewasa NaCl 0,9% dan PBS 1%. PBS merupakan media yang baik jika akan dilakukan uji bersamaan menggunakan telur, larva dan cacing nematoda dewasa.


Keywords


Nematoda; Saluran Pencernaan; Media; In Vitro

Full Text:

PDF

References


Akhira D, Yudha Fahrimal, M. Hasan. 2013. Identifikasi parasit nematoda saluran pencernaan anjing pemburu (Canis familiaris) di Kecamatan Lareh Sago Halaban Provinsi Sumatera Barat. J Med Vet. 7:42-45.

Al-Khayat DA, Al-Jebory ZE. 2012. The effect of Haemonchus contortus infection on productive performance of awassi sheep and black Iraqi Goats. J Adv Biomed Pathobiol Res 2:25-29.

Beriajaya SD, Copeman DB. (2006). Haemonchus contortus and Trichostrogylus colubriformis in pen-trails with Javanese thin tail sheep and Kacang cross Etawah goats. Vet Paras. 135:315-323.

Beriajaya. 2005. Gastrointestinal nematode infections on sheep and goats in West Java, Indonesia. JITV. 10:293-304.

Capriotti, Capriotti. 2012. Dimethyl sulfoxide. J Clin Aestet Derm. 5:24-26.

Damayanti RA, Yuwono T. 2013. Dimetilsulfoksid sebagai enhancer transpor transdermal teofilin sediaan gel. J Ilm Kefarm. 3:61-69.

Garg R, Kumar RR, Yadav CL, Banerjee PS. 2007. Duration of anthelmintic effect of tree formulations of ivermectin (oral, injectable and pour-on) against multiple anthelmintic-resistant Haemonchus contortus in sheep. Vet Res Commun. 31:749-755.

Haryuningtyas D, Beriajaya. 2002. Metode deteksi resistensi terhadap antelmintika pada domba dan kambing. Bogor (Indonesia): Balai Penelitian Veteriner.

Ikrom, Denok Asih TR, Reni Wira A, Bintang Perkasa B, Rafika Tiara N, Wasito. 2014. Studi in vitro ekstrak etanol daun Kamboja (Plumeria alba) sebagai anti Aeromonas hydrophila. JSV 32:105-116.

Jabbar A, Campbell AJD, Charles JA, Gasser RB. 2013. First report of anthelmintic resistance in Haemonchus contortus in alpacas in Australia. Parasites Vectors. 6:243.

Jackson F, Bartley D, Bartley Y, Kenyon F. 2009. Worm control in sheep in the future. Small Rumin Res. 86:40-45.

Kumara WAVS, Karunarathne GMCR, Gamika A, Prathapsinghe GA. 2010. Evaluation of most suitable dan effective anthelminthics for internal parasites of the goat. Wayamba J Anim Sci. 30-33.

Kurniawan IY, Basuki F, Susilowati T. 2013. Penambahan air kelapa dan gliserol pada penyimpanan sperma terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ikan mas (Cyprinus carpio L). J Aquac Manag Technol. 2:51-65.

Manurung J, Beriajaya. 2004. Uji in vitro ekstrak daun dan kulit buah nanas (Ananas comosus) terhadap daya tetas telur dan mortalitas cacing Haemanchus contortus. Bogor (Indonesia): Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Medicago AB. 2010. Phospate buffered saline spesification sheet.

Menteri Pertanian RI. 2013. Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 4026/Kpts./OT.140/3/2013. Jakarta (Indonesia): Kementerian Pertanian.

Nabukenya, Rubaire-Akiiki C, Olila D, Muhangi D, Höglund J. 2014. Anthelmintic resistance in gastrointestinal nematodes in goats and evaluation of FAMACHA diagnostic marker in Uganda. Vet Parasitol. 205:666–675.

Natadisastra D, Agoes R. 2009. Parasitologi kedokteran ditinjau dari organ tubuh yang diserang. Jakarta (Indonesia): EGC Penerbit Buku Kedokteran.

Papadopoulos E, Gallidis E, Ptochos S. 2012. Anthelmintic resistance in sheep in Europe: A selected review. Vet Parasitol. 189:85-88.

Papadopoulos E. 2008. Anthelmintic resistancein sheep nematodes. Small Rumin Res. 76:99-103.

Ram H, Rasool TJ, Sharma AK, Meena HR, Singh SK. 2007. Comparative effecacy different anthelmintic against fenbendazole resistant nematodes of Pashmina Goat. Vet Res Commun. 31:719-723.

Siregar TN, Siregar IK, Armansyah T, Syafruddin, Sayuti A, Hamdani. 2013. Tampilan reproduksi kambing lokal hasil induksi superovulasi dengan ekstrak pituitary. J Vet. 14:75-79.

Sugama N, Suyasa. N. 2012. Keragaan infeksi parasit gastrointestinal pada sapi bali model kandang Simantri. Denpasar (Indonesia): Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.

Ridwan. 2009. Pengaruh pengencer semen terhadap abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa kambing lokal pada penyimpanan suhu 5ºC. J Agroland. 16:187-192.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.695-703

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id