Evaluasi Nilai Ekonomi Usaha Budi Daya Tanaman Jagung sebagai Tanaman Pakan dan Pangan di Kota Probolinggo

TA Sulistya, YN Anggraeny, PK Sukmasari

Abstract


Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi usaha budi daya jagung sebagai tanaman pakan dibandingkan dengan sebagai tanaman pangan di wilayah Kota Probolinggo, Jawa Timur. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan dasar dalam penentuan jenis usaha petani budi daya jagung di Jawa Timur. Sebanyak tiga petak tanaman jagung benih BISI 226 milik petani digunakan untuk pengukuran parameter produksi secara ubinan (ukuran 2,5×2,5 m) di lima titik lokasi setiap 10 hari hingga umur panen 100 hari. Parameter yang diamati adalah produksi biomassa tebon jagung dan produksi biji jagung pipilan kering. Dilakukan pula pencatatan seluruh pengeluaran usaha budi daya jagung sejak tanam hingga panen. Data diolah dan disajikan secara deskriptif kualitatif pada total pengeluaran usaha, total penerimaan usaha, nilai rasio benefit/cost (B/C) dan titik break event point (BEP) pada usaha budi daya jagung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan usaha budi daya jagung sebagai tanaman pangan lebih menguntungkan dengan tingkat keuntungan Rp. 11.777.553/ha dengan nilai rasio B/C sebesar 1,9, lebih besar dari pada usaha budi daya tanaman jagung sebagai tanaman pakan yang mempunyai tingkat keuntungan Rp. 6.345.556 dengan nilai rasio B/C sebesar 1,7.


Keywords


Nilai Ekonomi; Jagung; Pakan; Pangan

References


Asih DN. 2009. Analisis karakteristik dan tingkat pendapatan usahatani bawang merah di Sulawesi Tengah. J Agroland. 16:53-59.

Dirjen Tanaman Pangan. 2016. Petunjuk teknis pengembangan jagung hibrida [Internet]. [Disitasi 3 Februari 2017]. Tersedia dari: http://tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front/ uploads/document/JUKNIS%20GERAKAN%20PENGEMBANGAN%20JAGUNG%20HIBRIDA-2016%20_(final).pdf

Disnak Jatim. 2015. Data statistik populasi ternak kab/kota di Jawa Timur [Internet]. [disitasi 1 Februari 2017]. Tersedia dari: http://disnak.jatimprov.go.id/web/layananpublik/ datastatistik#

Gazpersz V. 2002. Pedoman penyusunan rencana bisnis. Jakarta (Indonesia): PT Gramedia Pustaka Utama.

Gray C, Simanjuntak P, Sabur LK, Maspaitella PFL. 1986. Pengantar evaluasi proyek. Jakarta (Indonesia): Penerbit Gramedia.

Kasryno F, Pasandaran E, Suyamto, Adnyana O. 2011. Gambaran umum ekonomi jagung di Indonesia. jagung: Teknik produksi dan pengembangan. Bogor (Indonesia): Pusat Penelitian dan pengembangan Tanaman Pangan.

Mayadewi NNA. 2007. Pengaruh jenis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan hasil jagung manis. Agritrop. 26:153-159.

Murni AM, Arief RW. 2008. Teknologi budidaya jagung. Bogor (Indonesia): Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Musa Y, Nasruddin, Krurusen MA. 2008. Evaluasi produktivitas jagung melalui pengelolaan populasi tanaman, pengolahan tanah dan dosis pemupukan. J Agrisist. 3:21-33.

Suryandono BN. 2008. Teknik produksi jagung anjuran di lokasi Prima Tani Kabupaten Sumenep. Buletin Teknik Pertanian. 13:27-29.

Tangendjaja B, Wina E. 2007. Limbah tanaman dan produk samping industri jagung untuk pakan. Dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto, Kasim H, penyunting. Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor (Indonesia): Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. hlm. 427-455.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.597-605

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id