Pengaruh Suhu Perendaman terhadap Pertumbuhan Kecambah Benih Indigofera zollingeriana

R Hutasoit, Riyadi ., SP Ginting

Abstract


Pengembangan tanaman pakan Indigofera zollingeriana (Indigofera) masih terkendala dengan rendahnya daya cambah benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dari suhu perendaman terhadap pertumbuhan kecambah benih Indigofera, dalam rancangan acak lengkap terdiri atas lima taraf suhu perendaman dan empat ulangan, yaitu: P0 = Direndam dengan air biasa (suhu normal 27°C), P1 = Dengan suhu air 40°C, P2 = Dengan suhu air 60°C, P3 = Dengan suhu air 80°C, dan P4 = Dengan suhu air 100°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tumbuh tertinggi 42% terdapat pada perlakuan P4 (100°C) berbeda nyata (P<0,05) dengan P3 (80°C) sebesar 34%. Pengukuran kecambah tertinggi 3,28 cm dan akar terpanjang 1,44 cm terdapat pada suhu perendaman 100°C. Keserempakan tumbuh tidak berbeda nyata pada perlakuan suhu 40, 60, 80, dan 100°C. Namun nyata terhadap suhu 27°C sebesar (60,37%). Jumlah daun kecambah terbanyak 2,07 helai terdapat pada suhu pemanasan 100°C. Pertumbuhan jamur pada benih Indigofera menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu perendaman semakin sedikit terdapat jamur, dengan suhu perendaman 100°C dapat menekan tumbuhnya jamur. Disimpulkan bahwa suhu perendaman 100°C dalam peroses penyemaian benih Indigofera dapat direkomendasikan karena memperoleh lebih banyak keuntungan.


Keywords


Suhu Perendaman; Benih Indigofera zollingeriana; Penyemaian; Kecambah

References


Abdullah L. 2014. Prospektif agronomi dan ekofisiologi Indigofera zollingeriana sebagai tanaman penghasil hijauan pakan berkualitas tinggi. Pastura. 3:79-83.

Ardian. 2008. Pengaruh perlakuan suhu dan waktu pemanasan benih terhadap perkecambahan kopi Arabika (coffee arabica). [Internet]. [5 Maret 2017]. Available at: http://bdpunib.org/akta/ artikelakta/2008/25.pdf.

Budiarti SW, Heni P, Suwarti. 2013. Kontaminasi fungi Aspergillus sp pada biji jagung di tempat penyimpanan dengan kadar air yang berbeda. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Serealia. Yogyakarta (Indonesia): Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. hlm. 482-487.

Bewley JD, Bradford KJ, Hilhorst HWM, Nonogaki H. 2013. Seeds: Physiology of development, germination and dormancy. 3rd Ed. New York (USA): Springer. p. 133-181.

Ditjen Tanaman Pangan. 1991. Petunjuk pengawas benih. Jakarta (Indonesia): Direktorat Bina Produksi Padi dan Palawija Sub Direktorat pengawasan Mutu dan Sertifikasi Benih.

Girsang RC. 2012. Viabilitas benih Indigofera (Indigofera zollingeriana) setelah injeksi karbon dioksida (CO2) dan penyimpanan [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Hardianti PS, Hanum C, Charloq. 2014. Daya kecambah dan pertumbuhan Mucuna bracteata melalui pematahan dormansi dan pemberian zat pengatur tumbuh giberelin (ga3). J Agroekoteknol. 2:630-644.

Hassen A, Rethman NFG, Apostolides Z, Niekerk WA. 2008. Forage production and potential nutritive value of 24 shrubby Indigofera accessions under field conditions in South Africa. Tropical Grasslands. 42:96-103.

Hidayanto M, Siti N, Yossita F. 2003. Pengaruh panjang stek akar dan konsentrasi natriumnitrofenol terhadap pertumbuhan stek akar sukun. J Pengkajian Pengembangan Teknologi Pertanian. 6:154-160.

Kartasapoetra AG. 2003. Teknologi benih - Pengolahan benih. Jakarta (Indonesia): Rineka Cipta.

Lubis YA, Melya R, Afif B. 2014. Pengaruh lama waktu perendaman dengan air terhadap daya berkecambah trembesi (Samanea saman). J Sylva Lest. 2:25-32.

Meilan S, Azis P, Sulandari S. 2014. Pengaruh pemanasan terhadap perkecambahan dan kesehatan benih kedelai (Glycine max (L) Merrill). Vegetalika. 3:27-37.

Nanik A, Waluyo S, Warji, Tamrin. 2013. Pengaruh suhu perendaman terhadap koefisien difusi dan sifat fisik kacang merah (Phaseolus vulgaris l). J Tekonologi Pertanian Lampung. 2:35-42.

Nio SA, Patricia T. 2013. Karakter morfologi akar sebagai indikator kekurangan air pada tanaman. J Bioslogos. 3:32-39.

Putra SN. 2008. Optimalisasi formula dan proses pembuatan mie jagung dengan metode kalendering [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Risva AH, Tohari, Sri NHU. 2014. Takaran pupuk nitrogen dan silika terhadap pertumbuhan awal (Saccharum officinarum L) pada inceptisol. Vegetalika. 3:35-44.

Sadjad S. 1993. Dari benih kepada benih. Jakarta (Indonesia): Gramedia.

Schmidt L. 2002. Pedoman penanganan benih tanaman hutan tropis dan subtropis. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan, Departemen Kehutanan.

Smýkal P, Vernoud V, Blair MW, Soukup A, Thompson RD. 2014. The role of the testa during development and in establishment of dormancy of the legume seed. Front Plant Sci. 5:351.

Sudir, Nasution A, Santoso, Nuryanto B. 2014. Penyakit blas Pyricularia grisea pada tanaman padi dan strategi pengendaliannya. IPTEK Tanam Pangan. 9:85-96.

Suharlina, Dewi A, Nahrowi, Jayanegara A, Abdullah L. 2016. Nutritional evaluation of dairy goat rations containing Indigofera zollingeriana by using in vitro rumen fermentation technique (RUSITEC). Int J Dairy Sci. 11:100-105.

Weiss D, Ori N. 2007. Mechanisms of cross talk beetween gibberellin and other hormones. Plant Physiol. 144:1240-1246.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.533-540

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id