Induksi dan Multiplikasi Tunas Alfalfa (Medicago sativa L) secara In Vitro untuk Penyediaan Bibit Tanaman Pakan Ternak

Sajimin ., ND Purwantari

Abstract


Perbanyakan tanaman alfalfa melalui kultur in vitro merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada perbanyakan benih yang tidak menghasilkan biji. Penelitian ini bertujuan mendapatkan media yang cocok untuk induksi pertunasan dan multiplikasi tunas pada tanaman alfalfa. Penelitian dilaksanakan di Kultur Jaringan BB Biogen. Bahan eksplan yang digunakan adalah biji alfalfa yang dikulturkan pada media MS dengan perlakuan sterilisasi tujuh perlakuan pertunasan kombinasi BA 0,5 mg/l + GA (0,1; 0,5; dan 1,0 mg/l). Multiplikasi tunas alfalfa terdiri atas delapan perlakuan zat pengatur tumbuh, yaitu MS + BA (0,0; 0,5; dan 1,0 mg/l) dikombinasikan dengan thidiazuron (TDZ) (0,0; 3,0; dan 5,0 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil multiplikasi tunas pada media MS yang mengandung 0,5 mg/l BA dan 3,0 mg/l TDZ menghasilkan jumlah tunas terbanyak (9,6 tunas, tinggi 14,6 mm dan jumlah daun 17 helai/tanaman). Induksi dan multiplikasi tunas merupakan tahapan awal yang penting untuk memperbanyak benih alfalfa secara kultur in vitro.


Keywords


Alfalfa; Tunas; Induksi; Multiplikasi

References


Agustin EK, Aprilianti P. 2011. Pengaruh pemakaian hormon tumbuh GA3 (giberlin acid) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan biji Verscffeltia splendida HAWendl. J Biol Res. 7A:157-160.

Asra R. 2014. Pengaruh hormon GA3 terhadap daya kecambah dan vigoritas Calopogonium caeruleum. Biospecies. 7:29-33.

Bey Y, Syafii W, Sutrisna. 2006. Pengaruh pemberian giberelin (GA3) dan air kelapa terhadap perkecambahan bahan biji anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis BL) secara in vitro. J Biogenesis. 2:41-46.

Brunet J, CM Stewart. 2010. Impact of bee species and plant density on alfalfa pollination and potential for gene flow. Hindawi Publishing Corporation Psyche. p. 7.

Ehsanpour AA, Razavizadeh R. 2005. Effect of UV-C radiation on drought tolerance of alfalfa (Medicago sativa) callus. Pakistan J Biol Sci.8:1221-1224.

Freyer B. 2004. Biological nitrogen fixation of different legume species under water stress. Universiats of Natural Resourcehes and Applied Life Sciences Institute of Organic Farming Gregor Mendel Viena.

Hoy DM, Mooere KJ, George JR, Brummer EC. 2002. Alfalfa yield and quality as influenced by establishment method. Agronomi J. 94:65-71.

Kemp WP, Bosch J. 2000. Development and emergence of the alfalfa pollinator Megachile rotundata (Hymenoptera: Megachilidae). Ann Entomol Soc Am. 93:904-911.

Kusumo S. 1984. ZPT. Jakarta (Indonesia): Yasa guna.

Lestari EG. 2011. Peranan zat pengatur tumbuh dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. J Agrobiogen. 7:63-68.

Lizawati, Novita T, Purnamaningsih R. 2009. Induksi dan multiplikasi tunas jarak pagar secara in vitro. J Agronomi Indonesia. 37:78-85.

Mannetje L, Jones RM. 2000. Sumber daya nabati Asia Tenggara. Bogor (Indonesia): PT Balai Pustaka.

Markovic J, Radovic J, Lugic Z, Sokolovic D. 2007. The effect of development stage on chemical composition of alfalfa leaf and steam. Biotechnology in animal husbandry. 23.

Matensson AM, Ljunggren HD. 1984. Nitrogen fixation in an establishing alfalfa (M. sativa L) ley in Sweden, estimated by three different methods. Appl Environ Microbiol. 48:702-707.

Radovic J, Sokovic D, Markovic J. 2009. Alfalfa most important perennial forage legume in animal husbandry. Biotechnol Anim Husb. 25:465-475.

Russele M. 2004. The environmental impacs of N2 fixaation by alfalfa. In: Steenback J, editor. Proc Natinal Alfalfa Symposium. San Diego (US): Wikipedia.

Sajimin, Purwantari ND, Sukmadjaja D. 2015. Induksi dan multiplikasi tanaman pakan ternak Leucaena KX2 secara in vitro. J Pastura. 4:83-87.

Steinbeck J. 2007. Alfalfa. wikipedia the free encyclopedia [Internet]. Available from: http://en. wikipedia.org/wiki/alfalfa.

Wattimena GA. 1988. Zat pengatur tumbuh tanaman. Bogor (Indonesia): Institut Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.525-532

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id