Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dalam Usaha Tani Kakao di Desa Banjarharjo dan Banjaroya, Kalibawang, Kulon Progo

W I Werdhany, Gunawan .

Abstract


Limbah kakao potensial sebagai pakan kambing, namun belum banyak digunakan oleh peternak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi prospek pemanfaatan limbah kakao sebagai pakan kambing dan menganalisis usaha ternak kambing dalam usaha tani kakao. Pengkajian dilakukan di Desa Banjarharjo pada dua kelompok tani di Dusun Gerpule dan Padaan Ngasem serta di Desa Banjaroya pada dua kelompok tani di Dusun Plantok Wetan dan Slanden. Responden masing-masing kelompok tani adalah 15 orang sehingga total 60 orang. Pengkajian dilaksanakan bulan Januari-Desember 2015 menggunakan farm record keeping dan survei. Survei dengan metode wawancara menggunakan kuesioner, data yang dikumpulkan meliputi data kepemilikan ternak kambing. potensi daun kakao, potensi kulit buah kakao, pendapatan usaha ternak kambing dan curahan tenaga kerja. Data ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Potensi pakan dari daun kakao dan kulit buah kakao untuk dua kelompok tani di Desa Banjarharjo dan Banjaroya adalah 113,5 dan 86,8 ton atau memenuhi 63 dan 72% dari kebutuhan pakan kambing. Pendapatan usaha ternak kambing di Desa Banjarharjo sebesar Rp. 3.300.750 dan di Desa Banjaroya sebesar Rp. 5.144.180 per tahun bila tanpa memperhitungkan biaya tenaga kerja. Usaha ternak kambing belum memberi keuntungan, jika memeperhitungkan baiya tenaga kerja. Peningkatan pendapatan dapat melalui peningkatan jumlah ternak yang dipasarkan dan menurunkan jumlah kematian anak kambing.

Keywords


Analisis Usaha; Kambing; Limbah Kakao; Pakan

References


Amir P, Knipscheer H, 1988. Conducting on farm research procedures and economic analysis. Singapore (Singapore): Winrock International Institute for Agricultural Development and International Research Center. Singapore National Printers Ltd.

Ardjanhar A, Langsa Y, Femmi NF. 2009. Optimalisasi produktivitas tanaman kakao dan kambing melalui perbaikan budidaya secara terintegrasi. Dalam: Haryanto B, et al., editors. Prosiding Lokakarya Nasional. Sistem Integrasi Tanaman-Ternak. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.

BPS DIY. 2015. Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Angka. Yogyakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budisatria IGS, Eilers CHAM, Udo HMJ, Baliarti E, van der Zijpp AJ. 2010. Preferences for sheep or goats in Indonesia. Small Rum Res. 88:16-22.

Budisatria IGS, Udo HMJ, van der Zijpp AJ, Baliarti E, Murti TW. 2008. Religious festivities and marketing of small ruminants in Central Java. Asian J Agric Dev. 5:57-74.

Gunawan, Werdhany WI, Sukar, Budiarti SW, Siswanto TJ, Widyayanti S, Sutarno, Astuti EP. 2013. Model pengembangan tanaman kakao integrasi dengan ternak kambing di Kabupaten Kulon Progo. Laporan Akhir Tahun 2013. Yogyakarta (Indonesia): Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta.

Gunawan, Werdhany WI, Sukar, Hatmi U, Titiek F, Djaafar, Winarti E, Astuti EP, Astri C, Wirasti, Suparjana, Marthon A, Suparta G, Sutarno, Nilawati M, Jumanto. 2015. Model pengembangan pertanian bioindustri berbasis integrasi tanaman ternak di DI Yogyakarta. Laporan Akhir Tahun 2015. Yogyakarta (Indonesia): Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta.

Laconi EB, Jayanegara A. 2015. Improving nutritional quality of cocoa pod (Theobroma cacao) through chemical and biological treatments for ruminant feeding: in vitro and in vivo evaluation. Asian-Australian J Anim Sci. 28:343-350.

Munier FF. 2009. Bobot hidup kambing betina Peranakan Ettawah (PE) yang diberikan pakan tambahan daun gamal (Gliricidia sepium) dan kulit buah kakao (Theobroma cocoa L). Dalam: Haryanto B, et al., editors. Prosiding Lokakarya Nasional. Sistem Integrasi Tanaman-Ternak. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.

Priyanto D, Setiadi B, Yulistiani D. 2000. Potensi kambing Peranakan Ettawa (PE) dan upaya pola konservasi di daerah sumber bibit. Dalam: Haryanto B, Darminto, Hastiono S, Sutama IK, Partoutomo S, Subandriyo, Sinurat AP, Darmono, Supar, Butar-Butar SO, penyunting. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor, 18-19 September 2000. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.

Puastuti W, Widiawati Y, Wina E. 2015. Digestion and ruminant fermentation of cocoa pod silage based ration enriched by gliricidia and calliandra leaves on goats. Indonesian J Anim Vet Sci. 20:31-40.

Puastuti W. 2009. Pengolahan kotoran ternak dan kulit buah kakao untuk mendukung integrasi kakao- ternak. Dalam: Haryanto B, et al., editors. Prosiding Lokakarya Nasional. Sistem Integrasi Tanaman-Ternak. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.

Saili T, Marsetyo, Poppi DP, Isherwood P, Nafiu I, Quigley SP. 2010. Effect of treatment of cocoa-pods with Aspergillus niger on liveweight gain and cocoa pod intake of Bali (Bos sondaicus) cattle in South-East Sulawesi. Anim Prod Sci. 50:693-698.

Werdhany WI, Utami R, Gunawan. 2012. Teknologi pengolahan kulit buah kakao untuk penyediaan pakan ternak kambing. Dalam: Integrasi kambing kakao. Yogyakarta (Indonesia): Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta.

Wulandari S, Agus A, Cahyanto MN, Utomo R. 2014. Effect of fermented cacao pod supplementation on sheep rumen microbial fermentation. J Indonesian Trop Anim Agric. 39:167-174.

Zakariah MA, Utomo R, Bachruddin Z. 2016. Pengaruh inokulasi Lactobacillas plantarium dan Saccharomyces cerevisiae terhadap fermentasi dan kecernaan in vitro silase kuli buah kakao. Buletin Peternakan. 40:124-132.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.379-386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id