Profil Darah dan Penambahan Bobot Badan Kambing Peranakan Ettawah Setelah Pemberian Vaksin Iradiasi Streptococcus agalactiae

A C Trinugraha, T Handayani, D Priyoatmojo, B J Tuasikal

Abstract


Kambing Peranakan Ettawah (PE) merupakan kambing yang dipelihara untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging. Sebagai ternak penghasil susu, kambing PE juga rentan terhadap mastitis subklinis. Penyebab utama kejadian mastitis subklinis adalah bakteri Streptococcus agalactiae. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil darah kambing PE dengan pemberiaan vaksin iradiasi S. agalactiae. Kambing yang digunakan adalah kambing sehat yang sedang bunting yang memasuki periode kering kandang dan divaksin dengan interval dua minggu. Volume vaksin yang digunakan adalah 2 ml yang mengandung 108 cfu/ml S. agalactiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin iradiasi S. agalactiae tidak menyebabkan anemia pada kambing PE baik selama kebuntingan maupun setelah melahirkan. Selain itu pemberian vaksin iradiasi juga tidak mempengaruhi penambahan bobot badan harian kambing PE. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemberian vaksin iradiasi S. agalactiae tidak mempengaruhi sistem hematologi kambing.


Keywords


Kambing Peranakan Ettawah (PE); Streptococcus agalactiae; Vaksin Iradiasi

Full Text:

PDF

References


Ali U. 2006. Pengaruh penggunaan onggok dan isi rumen sapi dalam pakan komplit terhadap penampilan kambing peranakan Ettawah. Maj Ilmu Peternak. 9:1-10.

BATAN. 2008. Dasar-dasar fisika radiasi. Jakarta (Indonesia): Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Ceballos LS, Morales ER, Adarve G de la T, Castro JD, Martı´nez LP rez, Sampelayo MRS. 2009. Composition of goat and cow milk produced under similar conditions and analyzed by identical methodology. J Food Compos Anal. 22:322-329.

Jackson PGG, Cockcroft PD. 2002. Clinical examination of farm animals. Oxford (UK): Blackwell Publishing Company.

Lawhead B, James M. 2007. Introduction to veterinary science. New York (USA): Thomson Delmar Learning.

Leitner G, Merin U, Silanikove N. 2004. Changes in milk composition as affected by subclinical mastitis in goats. J Dairy Sci. 87:1719-1726.

Lindahl G, Stalhammar C, Areschoug T. 2005. Surface protein of Streptococcus agalactiae and related protein in other bacterial pathogen. Clin Microbiol Rev. [Internet]. [cited 2017 July 5]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC544178/.

Mahardika HA, Sarwiyono, Surjowardojo P. 2014. Ekstrak metanol daun kersen (Muntingia calabura L) sebagai antimikroba alami terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab mastitis subklinis pada sapi perah. J Ternak Trop. 15:15–22.

Marogna G, Pilo C, Vidili A, Tola S, Schianchi G, Leori SG. 2012. Comparison of clinical findings, microbiological results, and farming parameters in goat herds affected by recurrent infectious mastitis. Small Rumin Res. 102:74-83.

Novita CI, Sudono A, Sutama IK, Toharmat T. 2006. Produktivitas kambing Peranakan Ettawah yang diberi ransum berbasis jerami padi fermentasi. Media Peternak. 29:96-106.

Nurdin E, Amelia T, Makin M. 2011. The effects of herbs on milk yield and milk quality of mastitis dairy cow. J Indones Trop Anim Agric. 36:104-108.

Radji M. 2010. Imunologi dan virologi. 1st ed. Jakarta (Indonesia): PT ISFI.

Stockham SL, Scott MA. 2008. Fundamentals of veterinary clinical pathology. 2nd ed. Iowa (USA): Blackwell Publishing Company.

Sugiri YD, Anri A. 2009. Prevalensi patogen penyebab mastitis subklinis (Staphylococcus aureus dan Streptococcus agalactiae) dan patogen penyebab mastitis subklinis lainnya pada peternak skala kecil dan menengah di beberapa sentra peternakan sapi perah di Pulau Jawa. Prosiding Rapat Teknis dan Pertemuan Ilmiah Kesehatan Hewan Bogor. 1-7.

Sutardi T. 1981. Sapi perah dan pemberian makanannya. Bogor (Indonesia): Institut Pertanian Bogor.

Tuasikal B, Wibawan I, Pasaribu F, Estuningsih S. 2012a. Bacterial protein characterization of Streptococcus agalactiae by SDS-page method for subclinical mastitis irradiated vaccine materials in dairy cattle. Atom Indones. 38:66-70.

Tuasikal BJ, Pasaribu FH, Wibawan IWT. 2012b. Orientasi dosis iradiasi Streptococcus agalactiae untuk bahan vaksin mastitis subklinis pada sapi perah. A Sci J Appl Isot Radiat. 8:83-88.

Wahab IM, Anderson RR. 1989. Physiologic role of relaxin on mammary gland growth in rats. J Mo Agric Exp Stn. 192:285-289.

Zhao Y, Liu H, Zhao X, Gao Y, Zhang M, Chen D. 2015. Prevalence and pathogens of subclinical mastitis in dairy goats in China. Trop Anim Health Prod. 47:429-435.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.373-378

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id