Silase Ampas Sagu Menggunakan Tiga Bahan Aditif sebagai Pakan Basal Kambing Boerka Fase Pertumbuhan

K Simanihuruk, J Sirait

Abstract


Ampas sagu merupakan limbah yang berasal dari pengolahan tanaman sagu menjadi tepung sagu memiliki potensi untuk digunakan sebagai pakan kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan silase ampas sagu sebagai pakan basal terhadap pertumbuhan kambing Boerka. Sebanyak 24 ekor kambing Boerka jantan fase pertumbuhan (rata-rata bobot badan awal 12,13±1,27 kg) digunakan untuk mempelajari pengaruh pemanfaatan silase ampas sagu sebagai pakan dasar terhadap pertumbuhannya. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan pakan dan 6 ulangan. Ternak secara acak dialokasikan ke dalam perlakuan pakan yaitu: R0: 60% konsentrat-1 60% + 40% rumput; R1: 60% konsentrat-2 + 40% silase ampas sagu (bahan aditif molases 10%); R2: 60% konsentrat-2 + 40% silase ampas sagu (bahan aditif dedak jagung 10%); dan R3: 60% konsentrat-2 + 40% silase ampas sagu (bahan aditif tepung tapioka 10%). Semua perlakuan pakan memiliki kandungan protein kasar 12% dan DE 2,8 Kkal/kg. Pemberian pakan dilakukan selama 13 minggu sebanyak 3,8% dari bobot badan berdasarkan bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi bahan kering pakan, kecernaan bahan kering, bahan organik, NDF dan ADF tidak dipengaruhi oleh perlakuan pakan (P>0,05). Pertambahan bobot hidup pada perlakuan pakan R1 dan R3 lebih besar dan berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan R0. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa silase ampas sagu dengan bahan aditif molases dan tepung tapioka meningkatkan pertumbuhan kambing. Silase ampas sagu bahan aditif molases, dedak jagung dan tepung tapioka potensial digunakan sebagai pakan dasar ternak kambing, juga merupakan bahan pakan alternatif untuk menggantikan komponen sumber serat.

Keywords


Sagu; Silase; Pakan Basal; Kambing Boerka

References


AOAC. 1995. Official methods of analysis. 16th Ed. In: K Helrich, editor. Association of Official Analytical Chemist, Inc. Arlington (USA): Association of Analytical Communities.

Bintoro MHB, Hariyanto, Honigone T, Marangkey MP, Sakaguchi E, Takamura Y. 1990. Feeding value of pith and pith residue from sago palm. In: Proceeding Takahashi-Shi Nutrition Conference, Okayama. p. 1-12.

Charray J, Humbert JM, Levif J. 1992. Manual of sheep production in the humid tropic of Africa. Wallingford (UK): CAB International.

Cheeke PR. 1999. Applied animal nutrition feeds and feeding. 2nd Ed. New Jersey (USA): Prentice Hall, Upper Saddle River.

Church DC, Pond WG. 1995. Basic animal nutrition and feeding. 2nd Ed. New Yersey (USA): Prentice Hall, Upper Saddle River.

Ginting SP, Tarigan A. 2006. Kualitas nutrisi Stenotaphrum secundatum dan Brachiaria humidicola pada kambing. JITV. 11:273-279.

Ginting SP, Krisnan R, Simanihuruk K. 2007. Silase kulit nanas sebagai pakan dasar pada kambing persilangan Boer × Kacang sedang tumbuh. JITV. 12:195-201.

Goering HK, Van Soest PJ. 1970. Forage fiber analyses (apparatus, reagents, procedures and some application). Agricultural Handbook 379. Washington DC (USA): ARS USDA.

Grant RJ, Mertens DR. 1992. Impact of in vitro fermentation techniques upon kinetics of fiber digestion. J Dairy Sci. 75:1263-1272.

Kaps M, Lamberson WR. 2004. Biostatistic for animal science. Cambridge (USA): CAB International Publishing.

Khan MA, Sarwar M, Khan MMS. 2004. Feeding value of urea treated corncobs ensiled with or without enzose (corn dextrose) for lactating crossbred cows. Asian-Australian J Anim Sci. 8:1093-1097.

McDonald P, Edwards RA, Greenhalg JFD, Morgan CA. 2002. Animal nutrition. 6th Ed. Ashford Colour Pr. Gosfort.

Morand-Fehr P. 2003. Dietary choices of goats at the trough. Small Rum Res. 49:231-239.

NRC. 1981. Nutrient requirement of goats: Angora, Dairy, and meat goats in temperate and tropical countries. Washington DC (USA): National Research Council, National Academy Pr.

Nurkurnia E. 1989. Hasil fermentasi rumen kambing Kacang betina dengan pemberian beberapa tingkat ampas sagu (Metroxylon sp) dalam ransum [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Prastowo B. 2007. Potensi sektor pertanian sebagai penghasil dan pengguna energi terbarukan. Perspektif. 6:84-92.

Rumalatu FJ. 1981. Distribusi dan potensi pati beberapa sagu (Metroxylon sp) di daerah Seram Barat [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Sapienza DA, Bolsen KK. 1993. Teknologi silase (penanaman, pembuatan dan pemberiannya pada ternak). Dalam: Martoyondo RBS, penerjemah.

Simanihuruk K, Chaniago A, Sirait J. 2012. Silase ampas sagu sebagai pakan dasar kambing Kacang sedang tumbuh. Dalam: Prasetyo LH, Damayanti R, Iskandar S, Herawati T, Priyanto D, Puastuti W, Anggraeni A, Tarigan S, Wardhana AH, Darmayanti NLPI, et al., penyunting. Teknologi Peternakan dan Veteriner Untuk Peningkatan Produksi dan Antisipatif terhadap Dampak Perubahan Iklim. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 7-8 Juni 2011. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 542-550.

Simanihuruk K, Antonius, Sirait J. 2014. Usage of sago waste as component of complete feed for growing Boerka goats. In: Subandriyo, Kusmartono, Santoso KA, Kurnianto E, Purnomoadi A, Sodiq A, Wiryawan KG, Darodjah S, Inounu I, Darmono, Priyanti A, Wynn P, Han JL, Tay-Hsu J, Idrus Z, et al., editors. Sustainable Livestock Production in the Prespective of Food Security, Policy, Genetic Resources, and Climate Change. Proceedings of the 16th AAAP Animal Science Congress. Yogyakarta, 10-14 November 2014. Yogyakarta (Indonesia): Gadjah Mada University. p. 1885-1889.

Sirait J, Purwantari ND, Simanihuruk K. 2005. Produksi dan serapan nitrogen rumput pada naungan dan pemupukan yang berbeda. JITV. 10:175-181.

Steel RGD, Torrie JH. 1993. Prinsip dan prosedur statistika: Suatu pendekatan biometrik. Sumantri B, penerjemah. Jakarta: Gramedia.

Syakir M, Karmawati E. 2013. Potensi tanaman sagu (Metroxylon spp) sebagai bahan baku bioenergi. Perspektif. 12:57-64.

Tillman DA, Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Prawirokusumo S, Lebdosoekotjo S. 1998. Ilmu makanan ternak dasar. Cetakan ke-5. Yogyakarta (Indonesia): Universitas Gadjah Mada.

Trisnowati 1991. Kecernaan in vitro ampas sagu metroxylon yang diperlakukan secara biologis [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.341-351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id