Karakteristik Sifat Kuantitatif dan Kualitatif Kambing Lokal di Pulau Moa, Provinsi Maluku

Nurfaizin ., P R Matitaputty

Abstract


Kabupaten Maluku Barat Daya memiliki banyak pulau serta iklim dan agroekosistem spesifik jika dibandingkan dengan daerah lain. Ibu kota kabupaten berada di Tiakur tepatnya di Pulau Moa yang memiliki agroekosistem lahan kering dengan curah hujan kurang dari 1.000 mm/tahun. Keadaan tersebut berpengaruh terhadap rendahnya kandungan nutrisi rumput di padang penggembalaan meskipun kambing lokal mampu beradaptasi dan berkembang. Oleh karena itu, untuk mengetahui potensi kambing lokal di Pulau Moa perlu dilakukan kajian karakteristik fenotipe berupa sifat kualitatif dan kuantitatif. Materi penelitian adalah kambing lokal yang terdiri dari 23 ekor anak kambing jantan dan 25 ekor betina, serta 11 ekor kambing dewasa jantan dan 23 ekor betina. Data sifat kuantitatif dan kualitatif dianalisis secara deskriptif dan untuk mengetahui hubungan ukuran tubuh dengan bobot badan dianalisis secara korelasi. Hasil karakteristik kambing lokal di Pulau Moa memiliki sifat kuantitatif berupa bobot badan dan sejumlah ukuran tubuh yang mencerminkan variasi. Karakteristik kualitatif warna bulu bervariasi, bentuk muka datar, bentuk tanduk, telinga dan punggung bervariasi. Ukuran tubuh kambing terutama lingkar dada memiliki hubungan erat terhadap bobot badan kambing lokal di Pulau Moa.


Keywords


Kambing Lokal;Karakteristik; Sifat Kuantitatif dan Kualitatif

References


Adiati U, Priyanto D. 2011. Karakteristik morfologi kambing PE di dua lokasi sumber bibit. Dalam: Prasetyo LH, Damayanti R, Iskandar S, Herawati T, Priyanto D, Puastuti P, Anggraeni A, Tarigan S, Wardhana AH, Dharmayanti NLPI, penyunting. Teknologi Peternakan dan Veteriner untuk Peningkatan Produksi dan Antisipatif terhadap Dampak Perubahan Iklim. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 7-8 Juni 2011. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 472-478.

BPS Kabupaten Maluku Barat Daya. 2016. Maluku Barat Daya dalam Angka 2015. Ambon (Indonesia): Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku.

Eoh M. 2014. Kapasitas tampung dan komposisi zat-zat makanan padang penggembalaan ternak kerbau di Pulau Moa. Agrinimal. 4:77-82.

Faruque S, Chowdhury SA, Siddiquee NU, Afroz MA. 2010. Performance and genetic parameters of economically important traits of Black Bengal goat. J Bangladesh Agril Univ. 8:67-78.

Gunawan A, Jamal K, Sumantri C. 2008. Pendugaan bobot badan melalui analisis morfometrik dengan pendekatan regresi terbaik best-subset pada domba Garut tipe pedaging, tangkas dan persilangannya. Majalah Ilmu Peternakan. 11:1-6.

Hassen H, Baum M, Rischkowsky B, Tibbo M. 2012. Phenotypic characterization of Ethiopian Indigenous goat populations. Afr J Biotechnol. 11:13838-13846.

lham F. 2012. Karakteristik fenotipe sifat kualitatif dan kuantitatif kambing lokal di Kabupaten Bone Bolango. Laporan Penelitian. Gorontalo (Indonesia): Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo.

Kumar A, Singh U, Tomar A. 2007. Early growth paramether of Kutchi goats under organizae farm. India Vet J. 83:105-106.

Mulliadi D. 1996. Sifat fenotipe domba Priangan di Kabupaten Pandeglang dan Garut [Disertasi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Nurfaizin, Matitaputty PR, Titahena MLJ, Yusuf. 2016. Pendampingan kawasan kambing di Maluku Barat Daya. Laporan Tahunan. Ambon (Indonesia): BPTP Maluku.

Oseni SO, Ajayi BA. 2014. Phenotypic characterization and strategies for genetic improvement of WAD goats under backyard systems. Open J Anim Sci. 4:253-262.

Pamungkas FA, BatubaraA, Dolokpasaribu M, Sihite E. 2008. Petunjuk teknis potensi plasma nutfah kambing lokal Indonesia. Bgoor (Indonesia): Puslitbangnak.

Salamena JF, Noor RR, Sumantri C, Inounu I. 2007. Hubungan genetik, ukuran populasi efektif dan laju silang dalam per generasi populasi domba di Pulau Kisar. J Indonesian Trop Anim Agric. 32:71-75.

Siwa IP. 2012. Kambing Lakor sebagai rumpun ternak asli Indonesia asal Maluku. Dalam: Prosiding Seminar Pengembangan Sumber Daya Genetik Rumpun Ternak Lokal dalam Mewujudkan Swasembada Daging dan Pangan Hewani yang ASUH di Maluku. Ambon, 20 September 2012. Ambon (Indonesia): Unpatti. hlm. 44-50.

Sulastri, Sumadi. 2005. Pendugaan umur berdasarkan kondisi gigi seri pada kambing Peranakan Ettawah di Unit Pelaksana Teknis Ternak Singosari, Malang, Jawa Timur. Majalah Ilmiah Peternakan. 8:1-10.

Thenu SFW. 2013. Model pengembangan agribisnis jagung untuk mendukung ketahanan pangan berbasis gugus pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku [Disertasi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Trisnawanto, Adiwinarti R, DilagaWS. 2012. Hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan Dombos jantan. J Anim Agric. 1:653-668.

Victori A, Purbowati E, Lestari CMS. 2016. Hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan Kambing Peranakan Ettawah jantan di Kabupaten Klaten. J Ilmu-Ilmu Peternakan. 26:23-28.

Wahyuni V, Nafiu LO, Pagala MA. 2016. Karakteristik fenotipik sifat kualitatif dan kuantitatif kambing Kacang di Kabupaten Muna Barat. J Ilmu Teknologi Peternakan Tropis. 1:21-30.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.324-330

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id