Sebaran Warna Kambing Boerka Hasil Persilangan Kambing Boer dengan Kacang

S Elieser, A Destomo

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengetahui sebaran warna kambing Boerka yang merupakan hasil persilangan kambing Boer dengan Kacang telah dilakukan pada tahun 2016 di Stasiun Percobaan Loka Penelitian Kambing Potong, Sei Putih. Penelitian menggunakan materi ternak sejumlah 444 ekor kambing Boerka yang terdiri dari 153 ekor F1, 203 ekor F2 dan 88 ekor F3 yang ada pada UPT tersebut. Parameter yang diamati meliputi sebaran warna yang terlihat pada bagian kepala, leher, badan, kaki dan bagian ekor. Data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan dihitung frekuensi fenotipe sifat kualitatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang muncul pada kambing Boerka adalah warna cokelat, hitam dan putih. Sebaran warna pada masing-masing bagian tubuh memiliki perbedaan dan ciri tersendiri yang didominasi campuran warna cokelat dan putih. Warna putih memiliki luas permukaan terbesar pada bagian tubuh kambing. Warna cokelat banyak terdapat pada bagian leher dan kepala, sedangkan warna putih terdapat pada bagian badan, kaki dan ekor. Secara umum, kambing Boerka memiliki warna kombinasi antara warna kambing kacang yang menyebar mengikuti pola penyebaran warna kambing Boer.

Keywords


Kambing Boerka; Sebaran Warna; Pola Warna

References


Batubara A, Doloksaribu M, Tiesnamurti B. 2006. Potensi keragaman sumberdaya genetik kambing lokal Indonesia. Dalam: Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Daya Genetik di Indonesia: Manfaat Ekonomi untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional. Bogor, 20 Desember 2016. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 206-14.

Casey NH, Niekerk WAV. 1988. The Boer goat. I. Origin, adaptability, performancetesting, reproduction and milk production. Small Rum Res. 1:291-302.

Devendra C, Burns M. 1983. Goat production in the tropics. Slough (UK): CAB, Farnham House.

Ditjen PKH. 2016. Statistik peternakan 2016. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian

Greyling JPC. 2000. Reproduction traits in the Boer goat doe. Small Rum Res. 36:171-177

Indrijani H, Sukmasari AH, Handiwirawan E. 2006. Keragaman pola warna tubuh, tipe telinga dan tanduk domba kurban di Bogor. Dalam: Manfaat Ekonomi Untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional. Prosiding Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Daya Genetik di Indonesia. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.

Kiswanto SH, Baihaqi M, Prihantoro I. 2015.Grazing behavior and itineraries of Kacang goat with different coat color under semi intensive management.Anim Prod. 172:107-113.

Malan SW. 2000. The improved Boer goat. Small Rum. Res. 36:165-170.

Mirkena T, Duguma G, Haile A, Tibbo AM, Okeyo M, Wurzinger M, SolknerJ. 2010. Genetics of adaptation in domestic farm animal: A review. Livest Sci. 132:1-12.

Mulliadi D. 1996. Sifat fenotipik domba Priangan di Kabupaten Pandeglang dan Garut [Disertasi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogar.

Noor RR. 2008. Genetika ternak. Edisi ke-4. Jakarta (Indonesia): Penebar Swadaya.

Pakpahan S, Widayanti R, Artama WT, Budisatria IGS. 2016. Copy number variation of agouti signaling protein (ASIP) fragment and its relationship with coat color in Indonesian goat breeds. Asian J Anim Vet Adv. 11:701-708.

Sponenberg P. 2004. Genetics of goat color. Blacksburg (US): Virginia-Maryland Regional College of Veterinary Medicine, Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacksburg.

Wahyuni V, Nafiu L, Pagala M. 2016. Notas. JITRO. 1:144-56.

Wu ZL, Li XL, Liu YQ, Gong YF, Liu ZZ, Wang XJ, Xin TR, Ji Q. 2006. The red head and neck of Boer goats may be controlled by the recessive allele of the MC1R gene. Anim Res. 55:313-322




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.317-323

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id