Karakteristik Sifat Kualitatif Kambing Lokal di Kabupaten Bengkalis

A Destomo, A Batubara, S Elieser

Abstract


Kambing lokal Indonesia merupakan salah satu sumber protein hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kualitatif pada kambing lokal di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sifat kualitatif dapat mencirikan kambing ke dalam galur tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di empat kecamatan (Bantan, Bengkalis, Siak Kecil dan Bukit Batu) di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah sampel 110 ekor kambing. Data diperoleh dengan observasi pola warna, bentuk tanduk, bentuk telinga, garis muka dan garis punggung. Data ditabulasi dan diolah secara deskriptif. Hasil analisis deskriptif sifat-sifat kualitatif menunjukkan pola warna yang paling banyak ditemukan adalah campuran hitam-cokelat dengan warna cokelat yang paling dominan. Bentuk tanduk paling banyak ditemukan melengkung ke atas dan tipe telinga tegak. Garis muka dan garis punggung pada umumnya berbentuk lurus. Sifat kualitatif kambing lokal di Kabupaten Bengkalis menyerupai sifat kualitatif pada kambing Kacang dan kambing Peranakan Ettawah.

Keywords


Kambing Lokal; Sifat Kualitatif; Kabupaten Bengkalis

References


Akis, Iraz, Oztabak K, Gursel FE, Un C. 2012. Goat Agouti gene polymorphism and its association with coat color in indigenous Turkish goat breeds. Vet Med Zoot. 60:3-6.

Badaoui B, D'Andrea M, Pilla F, Capote J, Zidi A, Jordana J, Ferrando A, Delgado JV, Martinez A, Vidal O, Amills M. 2011. Polymorphism of the goat Agouti signaling protein gene and its relationship with coat color in Italian and Spanish breeds. Biochem Genet. 49:523-532.

Batubara A, Doloksaribu M, Tiesnamurti B. 2006. Potensi keragaman sumberdaya genetik kambing lokal Indonesia. Dalam: Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Daya Genetik di Indonesia: Manfaat Ekonomi untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional. Bogor, 20 Desember 2016. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 206-14.

BPS. 2016. Populasi kambing menurut provinsi 2009-2016 [Internet]. Jakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik. Tersedia dari: www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1022

BPS Provinsi Riau. 2016. Provinsi Riau dalam angka 2016. Pekanbaru (Indonesia): Badan Pusat Statistik Provinsi Riau.

Brito LF, Kijas JW, Ventura RV, Sargolzaei M, Porto-Neto LR, Cánovas A, Feng Z, Jafarikia M, Schenkel1 FS. 2017. Genetic diversity and signatures of selection in various goat breeds revealed by genome-wide SNP markers. BMC Genomics. 18:229.

Devendra C, Burns M. 1983. Goat production in the tropics. Slough (UK): CAB, Farnham House.

Donaldson IJ, Amin S, Hensman JJ, Kutejova E, Rattray M, Lawrence N, Hayes A, Ward CM, Bobola N. 2012. Genome-wide occupancy links Hoxa2 to Wnt-β-catenin signaling in mouse embryonic development. Nucleic Acids Res. 40:3990-4001.

Dyantari KDP, Oka IGL, Warmadewi DA. 2015. Penurunan sifat warna bulu putih dan cokelat pada kambing Gembrong. J Peternakan Tropika. 3:121-132.

Fontanesi L, Beretti F, Riggio V, Gonzalez EG, Dall'Olio S, Davoli R, Russo V, Portolano B. 2009. Copy number variation and missense mutations of the agouti signaling protein (ASIP) gene in goat breeds with different coat colors. Cytogenet Genome Res. 126:333-347.

Geisen, Marc J, Thomas Di Meglio, Massimo Pasqualetti, and Sebastien Ducret. 2008. Hox paralog group 2 genes control the migration of mouse pontine neurons through slit-robo signaling. PLoS Biology. 6:e142.

Hoda A. 2008. Studi karakterisasi, produktivitas dan dinamika populasi kambing Kacang [Disertasi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Ilham F. 2009. Characteristics of phenotype trait qualitative and quantitative goat local. 41-50.

Indrijani, Heni, Sukmasari AH, Handiwirawan E. 2006. Keragaman pola warna tubuh, tipe telinga dan tanduk domba kurban di Bogor. 236-44.

Inounu I, Mulyono RH, Ambarawati D. 2009. Pola warna bulu pada domba Garut dan persilangannya. JITV. 14:118-130.

Kanzler, Benoît, Kuschert SJ, Liu Y, Mallo M. 1998. Hoxa-2 restricts the chondrogenic domain and inhibits bone formation during development of the branchial area. Development. 125:2587-2597.

Kutejova E, Engist B, Self M, Oliver G, Kirilenko P, Bobola N. 2008. Six2 functions redundantly immediately downstream of Hoxa2. Development. 135:1463-1470.

Lampe X, Samad OA, Guiguen A, Matis C, Remacle S, Picard JJ, Rijili FM, Rezsohary R. 2008. An ultraconserved Hox-Pbx responsive element resides in the coding sequence of Hoxa2 and is active in rhombomere 4. Nucleic Acids Res. 36:3214-3225.

Li X, Zhao J, Tang C, Zhou R, Zheng G, Li L, Guo X. 2010. Sequencing of part of the goat Agouti Gene. Biochem Genet. 48:152-156.

Mulliadi D. 1996. Sifat fenotipik domba Priangan di Kabupaten Pandeglang dan Garut [Disertasi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Rasminati N. 2013. Grade kambing Peranakan Ettawah pada kondisi wilayah yang berbeda. Sains Peternakan. 11:43-48.

Santagati F, Minoux M, Ren S, Rijli FM. 2005. Temporal requirement of Hoxa2 in cranial neural crest skeletal morphogenesis. Development. 132:4927-4936.

Sutiyono B, Widyani NJ, Purbowati E. 2006. Studi performa induk kambing Peranakan Ettawah berdasarkan jumlah anak sekelahiran di Desa Banyuringin, Kecamatan Singosari, Kabupaten Kendal. Dalam: Mathius IW, Sendow I, Nurhayati, Murdiati TB, Thalib A, Beriajaya, Prasetyo LH, Darmono, Wina E, penyunting. Cakrawala Baru IPTEK Menunjang Revitalisasi Peternakan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 5-6 September 2006. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 537-543.

Wahyuni V, Nafiu L, Pagala M. 2016. Notas. JITRO. 1:144-56.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.305-316

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id