Profil Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah di Luar Jawa (Kasus Dataran Tinggi Kota Padang Panjang, Sumatera Barat)

D Priyanto, T Herawati

Abstract


Permintaan produk susu secara nasional masih belum terpenuhi, sehingga masih dilakukan impor. Hal tersebut karena usaha ternak sapi perah masih dominan dilakukan oleh peternakan rakyat sehingga produtivitas masih belum optimal. Penelitian tentang profil usaha ternak sapi perah dilakukan di dataran tinggi (Kota Padang Panjang) sebagai langkah kebijakan prospek pengembangan di luar Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, potensi sumber daya lahan dan kondisi iklim di lokasi memiliki prospek positif dalam pengembangan sapi perah (iklim dingin dan daya dukung pakan hijauan tersedia). Pemeliharaan masih dilakukan secara kelompok (kandang komunal). Pakan hijauan pendukung utama adalah rumput lapangan bersumber dari lahan kehutanan, sedangkan rumput unggul hanya sebagai tambahan. Pakan penguat berupa konsentrat masih sulit diperoleh secara kontinyu dengan harga mahal. Ampas tahu merupakan pakan tambahan utama. Hasil analisis Tipologi Usaha terlihat bahwa proporsi sumbangan hasil usaha ternak sapi perah mencapai 24,93% (menduduki porsi ke-3), setelah usaha tani sayuran, dan sebagai buruh tani. Komoditas tanaman sayuran adalah tanaman unggulan yang memiliki sumbangan terbesar masyarakat, dan wilayah Sumbar sebagai penyuplai sayuran ke provinsi lainnya. Jalur pemasaran susu cukup bervariasi, yakni dominan dilakukan untuk mensuplai cafe-cafe, pedagang olahan susu, dan dikirim ke wilayah lainnya (Riau dan Kota Padang), maupun disetor ke ”Rumah Susu”. Permasalahan pemasaran masih dirasakan khususnya pada saat bulan puasa (cafe-cafe tutup), sehingga sering terjadi kasus susu dibuang yang sangat merugikan peternak, serta cenderung ada pembatasan produksi susu dengan mengurangi pemberian pakan (konsentrat), agar tidak terjadi kelebihan produksi susu.

Keywords


Profil Usaha; Sapi Perah; Sumatera Barat

References


Amir P, Knipscheer HC. 1989. Conducting on-farm animal research procedure and economic analysis. Morrilton (USA): Winrock International Institute for Agricultural Development and International Development Research Centre.

Conway GR. 1985. Agro-ecosiste, analysis for research and development. Bangkok (Thailand): Winrock International.

Deny S. 2014. 80% Kebutuhan Susu Nasional Masih Impor. Liputan6.com (http:/me.liputan6.com/septiandeny).

Distannak Provinsi Sumatera Barat. 2016. Laporan tahunan. Padang Panjang (Indonesia): Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sumatera Barat.

Ditjen Peternakan. 2006. Statistik Peternakan. Jakarta Padang Panjang (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan 2006.

Ditjen PKH. 2015. Statistik Peternakan. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peterbnakan dan Kesehatan Hewan.

Gibbs C. 1985. Rapid Rural Appraisal: An overview of concepts an application. Paper presented in the International Conference on Rapid Rural Appraisal, September 2-5, 1985. Khon Kaen, Thailand.

Gayatri S, Setiadi A, Isbandi, Budihardjo. 2005. Analisis ekonomi pemberian kredit sapi perah di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dalam: Mathius IW, Bahri S, Tarmudji, Prasetyo LH, Triwulanningsih E, Tiesnamurti B, Sendow I, Suhardono, penyunting. Inovasi teknologi peternakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 12-13 September 2005. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm.

Majalah Tani Merdeka. 2008. Masih Mengandalkan Susu Impor. [Internet]. Available at http://www.tanimerdeka.com/modules.php?name=News&file=article&sid=184.

Pambudi R, Sipayung T, Priatna WB, Burhanuddin, Kriswantriyono A, Satria A. 2001. Kumpulan Pemikiran. Bisnis dan kewirausahaan dalam sistem agribisnis. Cetakan ketiga (edisi revisi). Bogor (Indonesia): Pastaka Wirausaha Muda.

Sa’id EG, Intan AH. 2001. Manajemen agribisnis. Jakarta (Indonesia): PT Ghalia Indonesia dengan MMA – IPB.

Saragih B. 2001. Kumpulan Pemikiran. Agribisnis. Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Jakarta (Indonesia): Yayasan Mulia Persada Indonesia dan PT Suveyor Indonesia bekerja sama dengan Pusat Studi Pembangunanan IPB dan Unit for Sosial and Economic Studies and Evaluation (USESE) foundation.

Soehadji. 1992. Pembangunan peternakan dalam pembangunan jangka panjang tahap II. Prosiding. Agro Industri Peternakan di Pedesaan. Bogor (Indonesia): Pusat penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Tempo. 2016. Indonesia dikhawatirkan impor susu pada 2021. [Internet]. Available at https://m.tempo.co/read/news/2016/04/27/090766195/indonesia-dikhawatirkan-impor-susu-pada 2021.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.199-209

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id