Identifikasi Spasial Serangan Parasit Cacing pada Ternak Sapi di Kalimantan Tengah

A Bhermana, B Haryanto, Adrial ., F F Munier

Abstract


Salah satu faktor kendala yang mengakibatkan rendahnya produktivitas yang sejalan dengan penurunan jumlah populasi ternak di Kalimantan Tengah antara lain adalah faktor biofisik lingkungan yang berdampak pada produktivitas yang rendah dan menurunnya populasi. Faktor lingkungan sangat berpengaruh selain terhadap ketersediaan pakan juga sangat berhubungan erat dengan keberadaan parasit pada ternak sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun data dan informasi lokasi keberadaan di mana serangan parasit ini pernah muncul atau sedang terjadi. Aplikasi sistem informasi geografis (GIS) digunakan untuk menambahkan dimensi ruang (spatial) yang menghasilkan objek untuk keperluan analisis spasial. Hasil identifikasi spasial menyajikan informasi geografis yang dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam upaya untuk mengetahui kawasan yang berpotensi terjadinya serangan parasit sehingga penanggulangan serta intervensi pengendalian dapat dilakukan juga sebagai rekomendasi untuk perencanaan pengembangan ternak sapi di Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan parasit yang didominasi oleh jenis Fasciola sp. secara umum banyak terdapat pada tipologi lahan basah. Dengan demikian pengembangan usaha ternak sapi dapat diarahkan pada tipologi lahan kering yang secara geografis memiliki pola spasial berbentuk suatu kesatuan hamparan terdapat pada kabupaten Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan dan Pulang Pisau. Sedangkan pada lahan-lahan basah usaha ternak tetap dapat dikembangkan namun dengan mengintroduksikan teknologi inovasi spesifik lokasi yang di dalamnya sudah mencakup manajemen kesehatan ternak dan biofisik lingkungannya.

Keywords


Identifikasi; Spasial;Parasit; Sapi Potong; Kalimantan Tengah

Full Text:

PDF

References


Adrial, Haryanto B, Irwandi I, Siahaan M, Bhermana A, Widayati N, Muhaimin, Yasir M. 2016. Pengkajian Faktor-Faktor Penghambat Peningkatan Produktivitas dan Penerapan Inovasi Teknologi Pemeliharaan Untuk Mengoptimalkan Produktivitas Ternak Sapi di Kalimantan Tengah. Laporan Akhir. BPTP Balitbangtan Kalimantan Tengah.

Anggriana A. 2014. Prevalensi Infeksi Cacing Hati (Fasciola sp.) pada Sapi Bali di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. [Skripsi]. Makassar (Indonesia): Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Altiery MA. 1987. Agroecology, the scientific basis of alternative agriculture. London (UK): Westview Press.

Ambarisa I., Marsaulina I, Hasan W. 2013. Analisis cacing hati (Fasciola hepatica) pada hati dan feses sapi yang diambil dari rumah potong hewan di Mabar Medan. [Internet]. http://download.portalgaruda.org. (Diakses tanggal 12 Februari 2017, pukul 15:17).

BMKG. 2012. Analisis dan prakiraan curah hujan se Kalimantan Tengah. Laporan Meteorologi dan Geofisika. No. 15.

BMKG. 2017. Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Januari 2017. http://www.bmkg.go.id/berita/?p=analisis-curah-hujan-dan-sifat-hujan-bulan-januari-2017〈=ID&s=detil (Diakses tanggal 12 Februari 2017, pukul 13:00).

BPS Kalimantan Tengah. 2016. Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka. Palangka Raya (Indonesia): Badan Pusat Statistik.

Beriajaya, Stevenson P. 1986. Reduced productivity in small ruminant in indonesia as a results of gastrointestinal nematode infections. In: Jainudeen MR, Mahyudin M, Huhn JE, editors. Livestock Production and Disseases in the Tropics. Proceedings of the 5th Conference of Institute of Tropical Veterinary Medicine. Kuala Lumpur, 18-22 August 1986. Selangor (Malaysia): Faculty of Veterinary Medicine and Animals Science, Universiti Pertanian Malaysia, [1987]. I:43-44.

Bhermana A, Hamdan J, Anyar AR, Peli M. 2002. Determination of agricultural land regions using agroecological zone (AEZ) approach and geographic information system. A case study of Kotawaringin Barat Regency, Kalimantan, Indonesia. Proceeding of The Malaysian Society of Soil Science Conference 2002. Application of Modern Tools in Agriculture: 36-39.

Coleman A. L and Galbraith, J. M. 2000. Using GIS as an Agricultural Land-Use Planning Tool. Virginia Agricultural Experiment Station. Bulletin 00-2. Department of Crop and Soil Environmental Science College of Agriculture and Life Sciences Virginia Tech.

Dewi HUN, Soelistijadi R, Sunardi. 2005. Pemanfaatan analisis spasial untuk pengolahan data spasial sistem informasi geografi. J Teknol Info DINAMIK. X:108-116.

Diwyanto K. 1998. Kebijaksanaan dan Strategi Peneltian dan Penembangan Peternakan Menyongsong Abad XXI. Makalah Disampaikan Pada: Seminar Nasional Peternaka dan Veteriner. (12 halaman).

Djaenudin D, Sulaeman Y, Abdurachman A. 2002. Pendekatan pewilayahan komoditas pertanian menurut pedo-agroklimat di kawasan Timur Indonesia. J Litbang Pertan. 21:1-10.

Laurini R, Thompson D. (1992) Fundamentals of spatial information systems. The APIC series No. 37. London (UK): Academic Press.

Martindah E, Widjayanti S, Estuningsih SE, Suhardono. 2005. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap fasciolosis sebagai penyakit zoonosis. Wartazoa. 15:143-154.

Oldeman LR., L. Irsal., and Muladi. 1980. Agro-climatic map of Kalimantan. Central Research Institute for Agriculture. Bogor. Indonesia.

Prahasta, E. 2001. Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung: CV. Informatika.

Prasetyo A, Basuki S. 2010. Analisis masalah dan potensi untuk pendekatan teknologi pada sistem usaha tani terpadu tanaman sayuran dan ternak sapi. (Studi kasus di Desa Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. AGRIPLUS. 20:18-28.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 2000. Atlas sumberdaya tanah tingkat eksplorasi skala 1:1.000.000.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 1995. Peta potensi pengembangan pertanian provinsi Kalimantan Tengah Skala 1:500.000.

Raju, P. L. N. 2004. Fundamentals of Geographical Information System. In: Sivakumar, M.V.K., P.S. Roy., K. Harmsen., and S.K. Saha. Satellite Remote Sensing and GIS Applications in Agricultural Meteorology. Proceedings of the Training Workshop 7-11 July, 2003, Dehra Dun, India: 103-120.

Riady, M. 2005. Upaya Pengembangan Industri Peternakan Nasional Bebas Dari Penyakit-Penyakit Strategis. http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/fullteks/semnas/pro05-1.pdf?secure=1. (Diakses tanggal 12 Februari 2017, pukul 14:17).

Richard, T., Martin, W., N. McWilliam, and P. Zukowskyj. 2005. Field Guidelines: GIS, GPS and Remote Sensing. The Expedition Advisory Centre Royal Geographical Society (with IBG) 1 Kensington Gore London SW7 2AR.

Sadarman., J. Handoko., dan D. Febrina. 2007. Infestasi Fasciola SP Pada Sapi Bali Dengan Sistem Pemeliharaan Yang Berbeda di Desa Tanjung Rambutan Kecamatan Kampar. Jurnal Peternakan Vol. 4, No. 2, September 2007: 37-45.

Santoso, U. 2006. Manajemen Usaha Ternak Potong. Jakarta: Penebar Swadaya.

Shereen, A., H. E. ElDeeb and D. M. Atiya. 2011. A New Model for Automatic Raster-to-

Vector Conversion. International Journal of Engineering and Technology Vol.3 (3), 2011: 182-190.

Subronto dan Tjahayati I. 2004. Ilmu Penyakit Ternak II. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suhardono., S. E. Estuningsih., S. Widjajanti., L. Natalia., dan J. S. Kalianda. 1999. Fasciolosis Pada Kerbau Yang Dipelihara Pada Lahan Rawa di Propinsi Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner 1999: 571-578.

Tomlinson, R. F. 1968. A Geographical Information System for Regional Planning. Papers of a CSIRO Symposium Organized in Cooperation with UNESCO 26-31 August 1968. Macmillan of Australia: 200-210.

USAID. 2002. Manual for Using ArcView GIS 3.2 and the GIS of G-CAP. http://pdf.usaid.gov/pdf_docs/Pnadl237.pdf (Diakses tanggal 11 Februari 2017, pukul 15:00).

Wirosoedarmo, R., Rahadi, B., dan Sasmito, D. A. 2007. Penggunaan Sistem Informasi Geografi (SIG) Pada Penentuan Lahan Kritis di Wilayah Sub DAS Lesti Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. Edisi Khusus, No. 3. 2007: 452-456.

Yani, A dan B.P. Purwanto. 2006. Pengaruh Iklim Mikro terhadap Respons Fisiologis Sapi Peranakan Fries Holland dan Modifikasi Lingkungan untuk Meningkatkan Produktivitasnya. Media Peternakan, Vol. 29 No. 1, April 2006: 35-46.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.174-184

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id