Penggemukan Sapi Bali dengan Substitusi Jerami Fermentasi dan Konsentrat Tepung Kepala Udang di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan

A Ella, D Pasambe, A Nurhayu

Abstract


Kajian ini telah dilakukan untuk mengevaluasi pemberian pakan rumput yang disubstitusi dengan jerami yang telah difermentasi dengan menggunakan mikro organisme lokal (MOL) dan penambahan tepung kepala udang sebagai konsentrat protein tinggi pada penggemukan sapi Bali. Dua puluh ekor sapi Bali jantan digunakan dengan kisaran 2,5-3 tahun dengan rata-rata bobot badan 125 kg yang dibagi dalam 4 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu: (A) 60% rumput Gajah + 40% jerami padi fermentasi + 2 kg konsentrat; (B) 40% rumput Gajah + 60% jerami padi fermentasi + 2 kg konsentrat; (C) 20% rumput Gajah + 80% jerami padi fermentasi + 2 kg konsentrat;dan (D): 0% rumput Gajah + 100% jerami padi fermentasi + 2 kg konsentrat. Konsentrat terdiri dari dedak, tepung kepala udang, garam dan mineral. Kajian dilakukan dengan rancangan acak lengkap. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan A menghasilkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) paling tinggi sebesar 0,43 kg/ekor/hari, sedangkan yang terendah perlakuan D sebesar 0,24 kg/ekor/hari. Analisis usaha tani perlakuan A memberikan keuntungan yang paling tinggi yaitu sebesar Rp. 3.369.576, semua perlakuan mempunyai nilai B/C rasio di atas 1. Kesimpulannya adalah pemberian rumput Gajah yang disubstitusi jerami padi yang telah difermentasi dengan menggunakan MOL taraf 40% ditambah konsentrat berbahan tepung kepala udang sebagai sumber protein paling baik untuk penggemukan sapi Bali sehingga mampu meningkatkan bobot badan sebesar 0,43 kg/ekor.

Keywords


Penggemukan; Sapi Bali;Jerami; Tepung Kepala Udang

References


Antonius. 2010. Pengaruh pemberian jerami padi terfermentasi terhadap palatabilitas kecernaan serat dan Digestible Energy ransum sapi. Dalam: Prasetyo LH, Natalia L, Iskandar S, Puastuti P, Herawati T, Nurhayati, Anggraeni A, Damayanti R, Dharmayanti NLPI, Estuningsih SE, penyunting. Teknologi peternakan dan veteriner ramah lingkungan dalam mendukung program swasembada daging dan peningkatan ketahanan pangan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 3-4 Agustus 2010. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 224-228.

BPS. 2016. Sulawesi Selatan dalam angka. Makassar (Indonesia): Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.

BPS. 2016. Populasi Sapi Potong Menurut Provinsi 2012. Jakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Ditjen PKH. 2016. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan. 2005. Statistika Ekspor Hasil Perikanan Indonesia. Jakarta (Indonesia):b Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ella A, Sariubang M, Baco D, Saenong S. 2002. Crop livestock system di Sulawesi Selatan. Suatu pendekatan sistem pertanian secara terpadu. Makalah Disampaikan pada Apresiasi Teknis Program Litkaji Sistem Usahatani Tanaman Ternak (Crop-Animal System). [Essay]. [cited 28-30 Juni 2002]. Pasuruan, Bogor.

Fatmawati. 2005. Komposisi kimia fraksi jerami padi (daun, pelepah dan batang) [Skripsi]. [Padang (Indonesia)]: Universitas Andalas.

Huyen LTT, Herold P, Markemann A, Zarate AW. 2011. Resource use, cattle performance and output patterns on different farm types in a mountainous province of Northern Vietnam. Anim Prod Sci. 51:650-661.

Kustiari R, Swastika DKS, Wahida, Purba HJ, Nurasa TJ, Simatupang P, Purwoto A. 2009. Model proyeksi jangka pendek permintaan dan penawaran komoditas pertanian utama: Angka ramalan 2009-2014. Bogor (Indonesia): Pusat Sosial Ekonomi.

Mirzah, Filawati. 2013. Pengolahan limbah udang untuk memperoleh bahan pakan sumber protein hewani pengganti tepung ikan. J Peternakan Indonesia. 15:52-61.

Mariam T. 2004. Perbedan pertambahan bobot badan, konsumsi dan efisiensi pakan antara sapi jantan PO dengan Fries Holand dalam kondisi peternakan rakyat [Skripsi]. [Bandung (Indonesia)]: Universitas Padjajaran.

Purwasasmita M. 2009. Mikroorganisme lokal sebagai pemicu siklus kehidupan dalam bioreaktor tanaman. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia - SNTKI 2009. Bandung 19-20 Oktober 2009. Bandung (Indonesia): APTEKINDO. hlm. 224-228.

Rosida I. 2006. Analisis potensi sumber daya peternakan Kabupaten Tasikmalaya sebagai wilayah pengembangan sapi potong [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Rosyidi D, Susilo A, Muhbianto R. 2009. Effects of shrimp meal fermented with Aspergillus niger on physical quality of broiler meat. J Sci Technol Livest. 4:1-10.

Siregar SB. 2008. Penggemukan sapi. Jakarta (Indonesia): Swadaya Publishing.

Utomo R, Reksodiprodjo S, Widyobroto BP, Baachrudin Z, Suhartanto B. 1998. Determination of nutrients digestibility, rumen fermentation parameters, and microbial protein concentration on Onggole Crossbred cattle fed rice straw. Bull Anim Sci. 82-88.

Yudith TA. 2010. Pemamfaatan pelepah sawit dan hasil ikutan industri kelapa sawit terhadap pertumbuhan sapi Peranakan Simental fase pertumbuhan [Skripsi]. [Medan (Indonesia)]: Universitas Sumatra Utara.

Widianto B, Prayogi HS, Nuryadi. 2011. Pengaruh penambahan tepung buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) dalam pakan terhadap penampilan produksi itik. J Anim Sci. 25:28-35.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.110-118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id