Karakteristik Birahi Kerbau Betina pada Berbagai Protokol Sinkronisasi di Kabupaten Kampar Provinsi Riau

Yendraliza ., J Handoko, M Rodiallah, C Arman

Abstract


Identifikasi perilaku estrus penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk kawin. Penelitian ini menggunakan 60 ekor kerbau betina yang pernah beranak berasal dari peternakan masyarakat di Desa Tanjung, Desa Taratak dan Desa Salo, Kabupaten Kampar. Perlakuan protokol sinkronisasi estrus yang digunakan adalah PGF2α - PGF2α, GnRH-PGF2α dan tanpa protokol sinkronisasi hormon. Parameter yang diamati adalah intensitas estrus, persentase estrus, onset estrus dan lama estrus. Hasil studi menunjukkan bahwa ada perbedaan (P<0,05) pada intensitas estrus tinggi, persentase estrus (100%), kecepatan munculnya estrus (30,80 jam hingga 2,5 jam), dan lama estrus (18,6 jam hingga 6,5 jam). Dapat disimpulkan bahwa  protokol sinkronisasi kombinasi GnRH dan PGF2α pada kerbau betina di Kabupaten Kampar periode post-partum menghasilkan intensitas estrus yang tinggi, munculnya estrus lebih cepat dan durasi estrus lebih cepat.

Keywords


Sinkronisasi; Kerbau Betina; Pos Partum; PGF2α

References


Arya JS, Madan ML. 2001. Post partum gonodotropin insukled and weaned buffaloes. Ind Vet J. 78:405-409.

Barile VL. 2005. Reproductive efficiency in female buffalo. In: Buffalo production and research. Borghese A, editor. REU Tech. series 67. Rome (Italy): FAO. p. 77-107.

Bartolomeu CC, Del Rei AJM, Madureira EH, Souza AJ, Silva AO, Baruselli PS. 2002. Timed insemination using synchronization of ovulation in buffaloes using CIDR-B, CRESTAR and Ovsynch. Anim Breed Abstr. 70:332.

De Araujo Berber RC, Madureira EH, Baruselli PS. 2002. Comparison of two Ovsynch protocols (GnRH versus LH) for fixed-timed insemination in buffalo (Bubalus bubalis). Theriogenology. 57:1421-30.

De Rensis F, López-Gatius F. 2007. Protocols for synchronizing estrus and ovulation in buffalo (Bubalus bubalis): A review. 67, Therionology. 2:209-216.

Dewi RR, Wahyuningsih, Widayati DT. 2011. Respon estrus pada kambing peranakan Ettawa dengan Body condition score 2 dan 3 terhadap kombinasi Implant controlled internal drug release jangka pendek dengan injeksi prostaglandin f2 alpha. J Kedokt Hewan UGM. 5:11-16.

Disnak Provinsi Riau. 2010. Statistik Peternakan Provinsi Riau. Pekanbaru (Indonesia): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau.

Gordon PJ, Peters AR, Ward SJ, Warren MJ. 1996. The use of prostaglandin in combination with a GnRH agonist in controlling the timing of ovulation in dairy cows. Reproduction. 24:164-168.

Hafez ES. 2000. Reproduction in farm animals. Philadelpia (USA): Lea and Febiger.

Jainudeen MR, Hafez ESE. (1987). Cattle and water buffalo. In: Hafez ESE, editor. Reproduction in farm animals. 5th. ed. Philadelpia (USA): Lea and Febiger.

Jaenudeen. 1986, Reproduction in water buffalo, In: Morrow DA, editor. Current therapy in theriogenology 2. Philadelpia (USA): W.B. Saunderey Co.

Metwelly KK, El-Bawab IE. 1999. A study to improve the reproductive efficiency in postpartum cattle and buffaloes. Assiut Vet Med J. 42:83.

Nanda AS, Brar PS, Prabhakar S. 2003. Eahancing reproductive performance in dairy buffalo: Mayor Coastain And Achieverme In: Proceeding of the Sixth International Syaposium On Reproduction In Domestic Ruminant’s. vol 61. crifft Scotland VLC. p. 27-36.

Neglia G, Gasparrini B, Palo RD, Rosa CD, Zicarelli L, Campanile G. 2003. Comparison of pregnany rates with two oestrus synchronization protocols in Italian Mediterranean buffalo cows. Theriogenology. 60:125-33.

Noakes DE, Parkinson TJ, England GCW. 2001. Arthur’s veterinary reproduction and obstetrics. 8th ed. London (UK): Baillier Tindall.

Paul V, Prakash BS. 2005. Efficacy of the ousyeach protocol for synekronizatzon of ouulation and fixed time artificial inseminator in Murrah Buffaloes (Bubalis bubalus). Theriogenology 64:1049-1060.

Perera BMAO. 2010. Reprodctive cycles of buffalo. J Anim Reprod Sci. 121:189-300.

Putro PP. 1991. Sinkronisasi birahi pada kerbau: Aktivitas ovarium dan profil progesteron darah. Bul FKH UGM XIV.

Rhodes FMS, McDougall SR, Burke GA, Verkerk, MacMillan KL. 2003. Invited review. Treatment of cows with on extended postpartum anoestrus interval. J Dairy Sci. 86:1876-1894.

Schmidt K, El-Sawaf S, Grarib HM. 1963. Some studies on diagnose of herd problems with regard to pregnancy and fertility in buffaloes. Vet Med J Cairo Univ. 9:113-156.

Steel RGD, Torrie JH. 1991. Principles and procedures of statistics. New York (USA): McGraw-Hill Book Co. Inc.

Sudarmaji, Malik A, Gunawan A. 2004. Pengaruh penyuntikan prostaglandin terhadap persentase birahi dan angka kebuntingan sapi Bali dan PO di Kalimantan Selatan. JITV. 3:

Toelihere MR. 1993. Inseminitas buatan pada ternak. Bandung (Indonesia): Penerbit Angkasa.

Toelihere MR. 1981. Fisiologi reproduksi pada ternak. Bandung (Indonesia): Penerbit Angkasa.

Terzano GM, Allegrini S, Borghese A. 2005. Metabolic and hormonal parameters in buffaloes. In: Borghese A, editor. Buffalo production and research. Rome (Italy): Food and Agriculture Organization. p. 219-247.

Yendraliza, Zesfin BP, Udin Z, Jaswandi. 2010. Karakteristik reproduksi kerbau lumpur (swamp buffalo) betina di Kabupaten Kampar. Dalam: Prasetyo LH, Natalia L, Iskandar S, Puastuti P, Herawati T, Nurhayati, Anggraeni A, Damayanti R, Dharmayanti NLPI, Estuningsih SE, penyunting. Teknologi peternakan dan veteriner ramah lingkungan dalam mendukung program swasembada daging dan peningkatan ketahanan pangan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 3-4 Agustus 2010. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.86-92

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id