Kajian Pola Pemberian Pakan dan Sex yang Berbeda pada Ayam KUB

H Natalia, F Budiyanto, SN Widiastuti

Abstract


Suatu penelitian dilakukan untuk membandingkan dampak pemberian pakan yang standar di BPTU-HPT Sembawa (P1) dengan pakan komersial yang familiar di masyarakat sekitar Sembawa (P2) dan juga melihat respon sex yang diberi pakan standar di BPTU-HPT Sembawa (P1) terhadap Ayam KUB. Pemberian pakan yang berbeda hanya pada umur 1-4 minggu. Parameter yang diukur yaitu berat badan, konversi pakan (FCR) dan biaya yang keluarkan untuk mendapatkan FCR yang pada akhirnya merujuk kepada pakan yang paling efisien dan efektif terhadap peningkatan pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukan antara perlakuan pakan P1 dan P2 tidak ada perbedaan berat badan ayam KUB umur 6, 11, 13 dan 15 minggu kecuali pada berat badan ayam KUB umur empat minggu yang diberi pakan P1 lebih tinggi dibandingkan dengan ayam KUB yang diberi P2. FCR ayam KUB umur 4, 6, 11 minggu yang diberi P1 lebih baik dari P2 namun masuk umur 13 dan 15 minggu FCR nya tidak berbeda. Berdasarkan cost per FCR, perlakuan pakan P2 memberikan nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan P1. Berdasarkan perlakuan sex, diketahui bahwa ayam KUB jantan memberikan respon terhadap berat badan, FCR dan cost per FCR yang lebih baik dibandingkan dengan ayam KUB betina. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan pakan P2 dan ayam jantan KUB lebih meningkatkan pendapatan keluarga.


Keywords


Ayam; KUB; Sembawa; Berat Badan; FCR

References


Direktorat Perbibitan Ternak. 2015. Penetapan dan pelepasan rumpun atau galur ternak Indonesia tahun 2014-2015. Jakarta (Indoensia): Kementerian Pertanian.

Gunawan. 2005. Evaluasi model pengembangan ayam buras di Indonesia: Kasus di Jawa Timur. Dalam: Subandriyo, Diwyanto K, Inounu I, Setiadi B, Zainuddin D, Priyanti A, Handiwirawan E, penyunting. Prosiding Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pengembangan Ayam Lokal. Semarang, 26 Agustus 2005. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak dan Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro. hlm. 260-271.

Iskandar S. 2006. Strategi pengembangan ayam lokal.Wartazoa. 16:190-197.

Julianto. 2016. Ayam KUB alternatif beternak ayam kampung [Internet]. [cited 13 Feb 2017]. Available from: http://tabloidsinartani.com/content/read/ayam-kub-alternatif-beternak-ayam-kampung/

Mufti R. 2003. Studi ukuran dan bentuk tubuh ayam kampung, ayam Pelung dan persilangannya [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.

Rajab, Bercomin J, Papilaya. 2012. Sifat kuantitatif ayam kampung lokal pada pemeliharaan tradisional. Agrinimal. 2:61-64.

Resnawati H, Bintang IAK. 2005. Produktivitas ayam lokal yang dipelihara secara intensif. Dalam: Subandriyo, Diwyanto K, Inounu I, Setiadi B, Zainuddin D, Priyanti A, Handiwirawan E, penyunting. Prosiding Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pengembangan Ayam Lokal. Semarang, 26 Agustus 2005. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak dan Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro. hlm. 121-126.

Soeparno. 1992. Ilmu dan teknologi daging. Yogyakarta (Indonesia): Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.424-429

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id