Penggunaan Tepung Keong Mas dan Suplementasi Probiotik dalam Ransum terhadap Performa Itik Peking

M Daud, MA Yaman, H Latif, Asril .

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performan itik Peking dengan penggunaan tepung keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) dan suplementasi probiotik dalam ransum. Materi penelitian 100 ekor DOD itik Peking ditempatkan dalam 5 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum yang digunakan satu bulan pertama ransum komersial, dan satu bulan terakhir ransum perlakuan: R1 = Ransum (kontrol), R2 = Ransum mengandung 4% tepung keong mas dan 0,5 ml probiotik, R3 = Ransum mengandung 6% tepung keong mas dan 0,5 ml probiotik, R4 = Ransum mengandung 8% tepung keong mas dan 0,5 ml probiotik, dan R5 = Ransum mengandung 10% tepung keong mas dan 0,5 ml probiotik. Variabel yang diamati: konsumsi ransum, pertambahan berat badan, berat badan akhir, konversi ransum dan mortalitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung keong mas dan suplementasi probiotik 0,5 ml dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap performa itik Peking. Penggunaan tepung keong mas 8-10% dan suplementasi probiotik 0,5 ml dalam ransum secara signifikan (P<0.05) meningkatkan berat badan akhir dan konversi ransum. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung keong mas 8-10% dan suplementasi probiotik 0,5 ml dalam ransum mampu meningkatkan pertambahan bobot badan, dan menekan mortalitas itik Peking.


Keywords


Ransum; Tepung Keong Mas; Probiotik; Performa; Itik Peking

References


Amarullah M, Nafiu La Ode. 2010. Pemberian keong mas (Pomacea sp.) dalam pakan terhadap penampilan itik bali dan itik tegal. Agriplus. 20:36-41.

Arslan C, Saatci M. 2004. Effect of probiotics admininstation either as feed additive or by drinking water on performance and blood parameters of japanesse quail. Arch Geflugelk. 68:160-163.

Daud M, Fuadi Z, Sultana. 2013. Penggunaan limbah kopi sebagai bahan penyusun ransum itik Peking dalam bentuk wafer ransum komplit. J Agripet. 13:36-42.

Daud M, Fuadi Z, Mulyadi. 2014. Uji lapang probiotik probiomix plus sebagai suplementasi pakan pada ternak unggas (entoq lokal). J Ilmiah Peternak. 2:59-65.

Daud M, Yaman MA, Zulfan. 2015. Penggunaan hijauan kangkung (Ipomoea aquatica) fermentasi probiotik dalam ransum terhadap performa itik Peking. Dalam: Noor MN, Handiwirawan E, Martindah E, Widiastuti R, Sianturi RSG, Herawati T, Purba M, Anggraeny YN, Batubara A, penyunting. Teknologi Peternakan dan Veteriner untuk Peningkatan Daya Saing dan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Hewani. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Jakarta, 8-9 Oktober 2015. Jakarta (Indonesia): IAARD Press. hlm. 479-486.

Daud M, Mulyadi, Fuadi Z. 2016. Persentase karkas itik Peking yang diberi pakan dalam bentuk wafer ransum komplit mengandung limbah kopi. J Agripet. 16:62-68.

Fuller R. 1997. Probiotic 2. Aplication and practical aspects. 1st. Ed. London (UK): Chapman and Hall.

Hernandez F J, Madrid V, Garcia J, Orengo MD, Megias. 2004. Influence of two plants extracts on broilers performance, digestibility, and digestive organ size. Poult Sci. 83:169-174.

Hidayat SCM, Harimurti S, Yusiati LM. 2016. Pengaruh suplementasi probiotik bakteri asam laktat terhadap histomorfologi usus dan performan puyuh jantan. Bul Peternak. 40:101-106.

Jin LZ, Ho YW, Abdullah N, Jalaludin S. 2000. Digestive and bacterial enzyme activities in broilers fed diets supplemented with Lactobacillus cultures. Poult Sci. 79:886-891.

Kartadisastra R. 1997. Pengelolaan pakan ayam. Yogyakarta (Indonesia): Kanisius.

Ketaren PP, Prasetyo LH. 2007. Pengaruh pemberian pakan terbatas terhadap produktivitas itik silang Mojosari × Alabio (MA): Masa pertumbuhan sampai bertelur pertama. JITV. 12:10-15.

Ketaren PP. 2007. Peran itik sebagai penghasil telur dan daging nasional. Wartazoa. 17:117-127.

Mayulu H, Sunarso C, Imam Sutrisno, Sumarsono. 2010. Kebijakan pengembangan peternakan sapi potong di Indonesia. J Litbang Pertan. 29:34-41.

Parakkasi A. 1985. Ilmu gizi dan makanan ternak monogastrik. Bandung (Indonesia): Penerbit Angkasa.

Pramudyati YS. 2002. Pemanfaatan bahan pakan lokal untuk pakan ternak itik. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Sumatera Selatan.

Purba M, Prasetyo IH. 2014. Respon pertumbuhan dan produksi karkas itik pedaging EPMP terhadap perbedaan kandungan serat kasar dan protein dalam pakan. JITV. 19:220-230.

Saleh E, Hertiwahyuni, Saragih. 2006. Pemberian tepung bawang putih (Allium sativum L.) dalam ransum terhadap peforman itik Peking umur 1-8 minggu. J Agribisnis Peternak. (2):3.

Shandu ST. 2014. Duck Health Care. Duck research laboratory, Cornell University of Veterinary Medicine. Ithaca, New York (USA). [Internet]. Available at https://ahdc.vet.cornell.edu/Sects/duck/health.cfm.

Siregar AP, Sabrani, MH, Sutomoprawiro P. 1986. Teknik beternak ayam pedaging di Indonesia. Cetakan ke-2. Jakarta (Indonesia): Margie Group.

Steel RGD, Torrie JH. 1995. Prinsip dan prosedur statistika suatu pendekatan biometrik. terjemahan: Syah M. Jakarta (Indonesia): Gramedia Pustaka Utama.

Vali N. 2009. Probiotic in quail nutrition: a review. Int J Mol Sci. 8:1218-1222.

Wahyu J. 2004. Ilmu nutrisi unggas. Cetakan ke-5. Yogyakarta (Indonesia): Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.409-416

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id