Identifikasi Fenotipik Sapi Peranakan Angus di Kabupaten Sragen

Y Adinata, Subiarta ., Aryogi .

Abstract


Sapi Peranakan Angus merupakan salah satu hasil pelaksanaan program IB yang mampu berkembang dan beradapatasi di daerah tropis khususnya di Kabupaten Sragen. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data fenotipik sapi Peranakan Angus, sebagai data dasar guna menyusun konsep pelestarian, pengembangan dan pemanfaatannya. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengamatan, pengukuran dan dokumentasi sapi, serta wawancara langsung dengan pihak terkait, yang dilakukan di lima kecamatan di kabupaten Sragen. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Peranakan Angus memiliki Lingkar Dada (LG), Tinggi Gumba (TG) dan Panjang Badan (PB) lebih tinggi dibandingkan sapi lokal lainnya di Indonesia. Fenotipik sapi Peranakan Angus merupakan gabungan dari tetua yang diduga membentuk sapi Peranakan Angus yaitu Abeerden Angus, American Brahman dan Peranakan Ongole. Sapi Peranakan Angus mempunyai keunggulan pertumbuhan yang cepat, performa reproduksi yang baik, kemampuan memanfaatkan pakan berkualitas kurang baik dan toleran terhadap lingkungan tropis. Sapi Peranakan Angus dapat digunakan untuk program pemuliaan sebagai penghasil daging serta dapat diarahkan menjadi kandidat rumpun baru sapi potong Indonesia.

Keywords


Fenotipik; Sapi Peranakan Angus; Kandidat Rumpun; Kabupaten Sragen

References


Abdel-Moneim AY. 2009. Use of live body measurements for prediction of body and carcass cuts weights in three Egyptian breeds of sheep. Egyptian J Sheep Goat Sci. 2:17-32.

Adinata Y, Aryogi. 2015. Karakter fenotipik sapi Rambon Betina di Kabupaten Banyuwangi. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Genetik Pertanian. Bogor, 27 Mei 2015. Bogor (Indonesia): BBPPTP. hlm. 512-520.

Adrial. 2010. Potensi sapi Pesisir dan upaya pengembangannya di Sumatera Barat. J Litbang Pertan. 29:66-72.

Alpak H. Onar V, Mutus R. 2009. The relationship between morphometric and long bone measurements of the Morkaraman sheep. Turkish J Vet Anim Sci. 33:199-207.

Astuti M. 2004. Potensi dan keragaman sumber daya potensi genetik sapi Peranakan Onggole (PO). Wartazoa. 14:98-106.

Boligon AA, Silva JAV, Sesana RC, Sesana JC, Junqueira JB, Albuquerque LG. 2010. Estimation of genetic parameters for body weight, scrotal circumference and testicular volume measured at different ages in nellore cattle. J Anim Sci. 88:1215-1219.

Delgado JV, Barba C, Camacho ME, Sereno FTPS, Martinez A, Vega-Pla JL. 2001. Livestock characterisation in Spain. Anim Genet Resour Information. 29:7-18.

Frankham R, Ballou JD, Briscoe DA. 2002. Introduction to conservative genetics. Cambridge (United Kingdom): Cambridge University Press.

Gilbert RP, Bailey DRC, Shannon NH. 1993. Linear body measurements of cattle before and after 20 years of selection for post-weaning gain when fed two different diets. J Anim Sci. 71:1712-1720.

Istiqomah L. 2010. Kemajuan genetik sapi lokal berdasarkan seleksi dan perkawinan terpilih. Widyariset. 13:63-67.

Diwyanto K, Inounu I. 2009. Dampak crossbreeding dalam program inseminasi buatan terhadap kinerja reproduksi dan budidaya sapi potong. Wartazoa. 19:93-102.

Lanari MR, Taddeo H, Domingo E, Centeno MP, Gallo L. 2003. Phenotypic differentiation of exterior traits in local Criollo goat population in Patagonia (Argentina). Arch Tierz Dummerstorf. 46:347-356.

Metta M, Kanginakudru S, Gudiseva N, Nagaraja J. 2004. Genetic characterization of the Indian cattle breeds, Ongole and Deoni (Bos indicus), using microsatellite markers – a preliminary study. BMC Genet. 5-16.

Pesmen G, Yardimen M. 2008. Estimating the live weight using some measurements in Saanen goats. Archive Zoo Technic. 11:30-40.

Riva J, Rizzi R, Marelli S. Cavalchini LG. 2004. Body measurements in Bargamasca sheep. Small Rumin Res. 55:221-227.

Rutter L, Engstorm D, Hand R. 2000. Body condition: implication for managing beef cows. Alberta Agriculture and Rural Development, California. Agdex. 420/40-1.

Segura AHYC. 1998. Heritability performance in brahman cattle. Trop Anim Prod. 5:46-49.

Setiadi B, Diwyanto K. 1997. Karakteristik morfologis sapi Madura. JITV. 2:218-224.

Shahin KA, Soliman AM, Moukhtar AE. 1995. Sources of shared variability for the Egyptian cattle body shape (conformation). Indian J Anim Sci. 65:759-764.

Siregar AR, Situmorang P, Diwyanto K. 1997. Pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan (IB) dalam usaha peningkatan produktivitas sapi potong di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 171-186.

Thieu PX, Georgescu SE, Manea MA, Hermenean AO, Costache M. 2010. Genetic diversity and phylogenetic relationships of Romanian cattle breeds inferred from cytochrome b gene partial sequences. Rom Biotechnol Letters. 15:5154-5158.

Trifena, Budisatria IGS, Hartatik T. 2011. Perubahan fenotip pada sapi Peranakan Ongole, Simpo, dan Limpo pada keturunan pertama dan keturunan kedua (backcross). Bul Peternak. 35:11-16.

Yakubu A, Salako AE, Imumorin IG, Ige AO, Akinyemi MO. 2010. Discriminant analysis of morphometric differentiation in the West African Dwarf and Red Sokoto goats. South Afric J Anim Sci. 40:381-7.

Yakubu A, Salako AE, Ogah M, Ari MM. 2005. Relationship between body weight and chest girth in White Fulani cattle. J Nat Appl Sci. 1:17-21.

Yakubu A. 2010. Path coefficient and path analysis of body weight and biometric traits in Yankasa lambs. Slovak J Anim Sci. 43:17-25.




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.53-61

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id