Aplikasi Teknologi Pakan Ternak Sapi melalui Integrasi Sawit-Sapi untuk Mendukung Penyediaan Protein Hewani

A Arianto

Abstract


Makalah ini bertujuan untuk membahas hasil pengkajian teknologi pakan ternak sapi untuk mempercepat peningkatan produksi daging sapi sebagai sumber protein hewani. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pada tahun 2015 terdapat 404 kabupaten/kota di Indonesia yang mengalami gizi buruk. Kondisi kekurangan gizi di Indonesia banyak pula terjadi pada anak belita yang merupakan masa depan bangsa ini yang tergolong sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan atas nilai Global Hunger Index (GHI) pada tahun 2016, Indonesia termasuk dalam kategori kelaparan serius. Menurut Kementerian Pertanian, pemenuhan kebutuhan pangan sumber protein asal ternak akan terus mengalami defisit yang semakin membengkak karena laju permintaan (demand) sebesar rata-rata 3,61% yang lebih besar dibandingkan dengan laju produksi sebesar rata-rata sebesar 1,54%. Diprediksi pada tahun 2024 akan terjadi kekurangan pasokan daging sapi sebesar 1,045 juta ton dengan share produksi daging dalam negeri yang semakin menurun menjadi sebesar 52,25%. Dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN, konsumsi daging sapi di Indonesia termasuk sangat rendah. Tingkat konsumsi daging sapi di Malaysia atau Singapura sudah mencapai sekitar 15 kg/kapita/tahun, sementara Indonesia hanya mengkonsumsi sekitar 2,2 kg/kapita/tahun. Oleh karena itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sesuai dengan kompetensinya terus melakukan pengkajian salah satunya adalah teknologi pakan ternak sapi. Pengkajian teknologi pakan sapi dilakukan melalui model integrasi sawit-sapi dengan menggunakan bahan baku dari serasah daun/dahan kelapa sawit, bungkil inti sawit dan solid decanter yang dapat didayagunakan menjadi pakan ternak yang murah, mudah dan berkualitas untuk meningkatkan populasi dan produksi daging sapi. Terpenuhinya kebutuhan protein masyarakat, diharapkan akan berdampak semakin menyehatkan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.


Keywords


Teknologi Pakan; Integrasi Sawit-Ternak; Protein hewani

References


Atmakusuma J, Harmini, Winandi R. 2014. Mungkinkah swasembada daging terwujud. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. 1:105-109.

Bappenas. 2013. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Sumber: http://www.bappenas.go.id /id/profil-bappenas/unit-kerja/deputi-sdm/dit-kgm/contents-direktorat-kesehatan-dan-gizi-masyarakat/gerakan-nasional-percepatan-perbaikan-gizi/.

Ditjen PKH. 2017. Pedoman sentra peternakan rakyat (SPR). Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kementan. 2016. Statistik peternakan dan kesehatan hewan. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Matondang RH, Rusdiana S. 2013. Langkah-langkah strategis dalam mencapai swasembada daging sapi/kerbau. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.

Rivani E, Sari R. 2010. Kebijakan pencapaian swasembada daging sapi tahun 2014. Jurnal Ekonomi Kebijakan Publik. 2:189-219.

Sinar Tani. 2016. Swasembada protein hewani. Sumber. Majalah Sinar Tani. http://tabloidsinartani.com/content/read/swasembada-protein-hewani/




DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.17-27

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (+62) 251 8322185, (+62) 251 8328383 e-Mail: medpub329@gmail.com
Website: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id