Productivity of Brachiaria decumbens in a Mixed-Culture with Pueraria phaseloides in Different Manure and Dolomite Administration Level into Suboptimal Land

Iwan Herdiawan

Abstract

Productivity improvement of forage in suboptimal land can be done in various ways, such as through manure and ameliorant treatment. Manure and dolomite is required by soil on suboptimal land, a combination of both can supply nutrients and improve soil biophysics. The research materials used in this study were B. decumbens, Pueraria phaseloides, manure, and dolomite. Randomized Block Design (RBD) in 3x3 factorial was applied. The dose of manure and dolomite are the first and second factors respectively, each treatment has 3 replications times. Variables measured were biomass production, dry matter production, carrying capacity, and nutrient content of forage. Results showed that the highest (P<0.05) biomass production produced by the 10 t/ha manure and 2 ton/ha dolomite treatment by 1,638.94 g/m2 compared to the other treatments, and the lowest was achieved in the control by 543.75 g/m2. Carrying capacity of B. decumbens and P. phaseloides on 10 ton/ha manure was the highest (P<0.05) by 0.08 AU compared to the other treatments. Super dolomite administration by 1 ton/ha significantly (P<0.05) produced the highest carrying capacity by amount of 0.83 AU. Manure and dolomite administration significantly (P<0.05) improved the nutritional content of B. decumbens and P. phaseloides.

Keywords

Brachiaria decumbens; Pueraria phaseloides; Manure; Dolomite

Full Text:

PDF

References

Abdullah L. 2009. Pola pertumbuhan rumput signal (Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick) pada padang penggembalaan dengan aplikasi sumber nutrien berbeda. Bogor (Indones): Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Abdurachman A, Juarsah I, Kurnia U. 2000. Pengaruh pengunaan berbagai jenis dan takaran pupuk kandang terhadap produktivitas tanah Ultisols terdegradasi di Desa Batin, Jambi. Prosiding Seminar Nasional Sumber Daya Tanah, Iklim dan Pupuk. Bogor (Indones): Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat.

Alikodra HS. 1990. Pengelolaan satwa liar. Jilid I. Bogor (Indones): Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Perguruan Tinggi. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Institut Pertanian Bogor.

Ayub M, Tanveer A, Nadeem MA, Shah SMA. 2004. Studies on the fodder yield and quality of sorghum grown alone and in mixture with rice bean. Pak J Life Social Sci. 2:46-46.

Cullison AE. 1975. Feeds and feeding. Virginia (USA): Reston Publishing Inc.

Dhalika T, Mansyur, Mustafa HK, Supratman H. 2006. Imbangan rumput Afrika (Cynodon Plectostachyus) dan Leguminosa Sentro (Centrosema Pubescans) dalam sistem pastura campuran terhadap produksi dan kualitas hijauan. Jurnal Ilmu Ternak. 6:163-168.

Gomez KA, Gomez AA. 1984. Statistical procedures for agricultural research. 2nd ed. Los Banos (Philiphines): University of the Philiphines at Los Banos. p. 139-154.

Gardner FP, Pearce RB, Mitchell RL. 2008. Fisiologi tanaman budidaya. Jakarta (Indones): Universitas Indonesia.

Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Tillman D. 1990. Tabel komposisi makanan untuk Indonesia. Yogyakarta (Indones): Gadjah Mada University Press.

Hariadi BT. 2008. Pendugaan daya tampung Walabi Lincah (Macropus agilis) di padang rumput Mar Taman Nasional Wasur Merauke. J Ilmu Peternakan. 3:58-63.

Hidayati N, Talib C, Pohan A. 2001. Produktivitas padang penggembalaan rumput alam untuk menghasilkan sapi bibit di Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur. Dalam Haryanto B, Setiadi B, Sinurat AP, Mathius IW, Situmorang P, Nurhayati, Ashari, Abubakar, Murdiati TB, Hastiono S, Hardjoutomo S, Abdul Adjid RM, Priadi A,. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2001. [Bogor (Indones)]: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Hlm. 345-350.

Ifradi, Peto M, Fitriana E. 1998. Pengaruh pemberian pupuk dan mulsa jerami terhadap produksi dan nilai gizi rumput raja pada tanah Podsolik Merah Kuning, J Penel Andalas. 10:26-30.

Ifradi, Evitayani, Fariani A, Warly L, Suyitman, Yani S, Emikasmira. 2012. Pengaruh dosis pupuk N, P dan K terhadap kecernaan secara in vitro rumput gajah (Pennisetum purpureum) cv. Taiwan yang di inokulasi CMA Glomus manihotis pada lahan bekas tambang batubara. J Pet Indonesia. 14:279-285.

Islami T, Utomo WH. 1995. Hubungan tanah, air dan tanaman. Semarang (Indones): IKIP Semarang Press.

Kandil H, Gad N. 2010. Response of tomato plants to sulphur and organik fertilizer. Int J Academic Res. 2:204-210.

Kariada LK, Aribawa LB. 2005. Pengaruh residu jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil padi di Subak Rejasa Kabupaten Tabanan Bali. Bali (Indones): BPTP Bali.

Kaunang LC. 2005. Respon ruminan terhadap pemberian hjiauan pakan yang dipupuk air belerang (Disertasi). [Bogor (Indones)]: Institut Pertanian Bogor.

Kusuma ME. 2015. Pengaruh Lanjutan Dosis Pupuk Kotoran Ternak Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Brachiaria humidicola pada Pemotongan Kedua. Jurnal Ilmu Hewani Tropika.4:49-52.

Lakitan B. 1996. Fisiologi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jakarta (Indones): Rajawali Pers.

Luthfyrakhman H, AD Susila. 2013. Optimasi Dosis Pupuk Anorganik dan Pupuk Kandang Ayam pada Budidaya Tomat Hibrida (Lycopersicon esculentum Mill. L.). Bul. Agrohorti 1 (1) : 119 - 126

Manenetje L’t, Jones RM. 1992. Prosea. Plant Resources of South-East Asia. No. 4. Forages. Bogor (Indones): Prosea Foundation,

Marliani. 2010. Produksi dan kandungan gizi rumput Setaria (Setaria sphacelata) pada pemotongan pertama yang ditanam dengan jenis pupuk kandang berbeda (Skripsi). [Riau (Indones)]: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.

Mcdonald P, Edwards RA, Greenhalg JFD, Morgan CA. 2002. Animal Nutrition. 6th ed. Gosport (...): Ashford Color Press.

Mengel K, Kirkby EA. 2001. Principles of plant nutrition. 5th Edition. Dordrecht, Boston, London: Kluwer Academic Publishers. p. 849.

Mudumi. 1990 Pengelolaan padang pengembalaan dalam upaya peningkatan produksi pakan (Skripsi). Manokwari (Indones): Universitas Cenderawasih.

Muir JP, Ocumpaugh WR, Read JC. 2003. Spring forage yield and nutritive value of Texas black medic accessions. Agron J. 95:908-912.

Ningsih W. 2007. Pengaruh dosis pupuk N, P, dan K dan inokulasi CMA Glomus manihotis pada tanah ultisol rumput gajah (Pennisetum purpureum) cv. Taiwan pemotongan pertama terhadap kecernaan BK, BO, dan PK secara In-Vitro (Skripsi). [Padang (Indones)]: Fakultas Peternakan, Universitas Andalas.

Murbandono L. 2001. Membuat kompos. Jakarta (Indonesia): Penebar Swadaya.

Nuhuyanan LE. 2010. Pengaruh pemupukan dan introduksi legum terhadap kualitas padang rumput alam di Kebar Kabupaten Manokwari. Jurnal Ilmu Peternakan. 5:13-19.

Nulik J, Dalgliesh N, Cox K, Gabb S. 2013. Mengintegrasikan legum herba ke dalam system tanaman dan ternak di Indonesia bagian timur. ACIAR Monograph No. 154a. Canberra (Australia): Australian Centre for International Agricultural Research. p. 130.

Padmowidjoto S. 2006. Integrasi legum dengan tanaman pangan dan ternak kambing dalam usahatani sistem. Prospect. 2:1-4.

Parman, Sarjana. 2007. Pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi kentang (Solanum tuberosum L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi. Vol. XV(2) p.21-31. .

Patel JR, Rajagopal S. 2003. Nitrogen Management of Sorghum (Sorghumbicolor) and cowpea (Vigna unguiculata) forage under intercropping system. Indian J Agronom. 48:34-37.

Purbajanti ED, Soetrisno ED, Hanudin E, Sasmito SP, Budhi. 2011. Produksi, kualitas dan kecernaan in vitro tanaman rumput Benggala (Panicum maximum) pada lahan salin. Buletin Peternakan. 35:30-37.

Rahmadani E, Mulyani A, Sunarlim N. 2012. Performan sifat vegetatif, komponen hasil, dan hasil berbagai varietas kacang hijau (Vigna radiataL.) di media gambut. J Agroteknologi. 2:7-14.

Reksohadiprodjo S. 1996. Kualitas dan produktivitas hijauan pakan di Indonesia. Makalah Seminar Nasional Hijauan Pakan. Bogor.

Reksohadiprodjo S. 1994. Produksi hijauan makanan ternak. Yogyakarta (Indones): Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi (BPFE) Universitas Gajah Mada.

Reksohadiprodjo S. 1985. Produksi tanaman hijauan makanan ternak tropika. Yogyakarta (Indones): BPFE.

Rosmarkam A, Yuwono NW. 2002. Ilmu kesuburan tanah. Yogyakarta (Indones): Penerbit Kanisius.

Rusdin MI, Mustaring, Purwaningsih S, Atik A, Sri UD. 2009. Studi potensi kawasan Lore Tengah untuk pengembangan sapi potong. Media Litbang Sulteng. 2:94-103.

Santosa U. 1995. Tata laksana pemeliharaan ternak sapi. Jakarta (Indones): Penebar Swadaya.

Sarief ES. 1986. Kesuburan dan pemumanure tanah pertanian. Bandung (Indones): Pustaka Buana.

Sirajuddin M, Sri AL. 2010. Respon pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata) pada berbagai waktu pemberian pupuk nitrogen dan ketebalan mulsa jerami. J Agroland. 17:184-191.

Sitompul SM, Guritno B. 1995. Analisis pertumbuhan tanaman. Yogyakarta (Indones): Gadjah Mada University Press.

Soedomo R. 1985. Produksi tanaman hijauan makanan ternak tropik. Jakarta (Indones): PT Gramedia.

Subagyo I, Kusmartono. 1988. Ilmu kultur padangan. Nuffic. Malang (Indones): Universitas Brawijaya.

Sumaryo, Suryono. 2000. Pengaruh dosis pupuk dolomit dan SP-36 terhadap jumlah bintil akar dan hasil tanaman kacang tanah di tanah latosol. J Agrosains. 2:54-58.

Susanti S. 2007. Produksi dan kecernaan in vitro rumput Gajah pada berbagai imbangan pupuk Nitrogen dan Sulfur. Buana Sain. 7:151-156.

Susetyo B. 1980. Padang penggembalaan. Bogor (Indones): Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Sutardi T. 1980. Ternak perah dan pemberian makanannya. Edisi ke-1. Bogor (Indones): Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Thorne MS, Stevenson MH. 2007. Stocking rate: The most important tool in the toolbox. Pasture and Range Management. Honolulu, Hawaii (USA): College of Tropical Agriculture and Human Resources, University of Hawai‘i. p. 1-10.

Valentin F, Ruet OC, Pram GM. 1988. Evaluation of forage yield, quality, and botanical composition of a dwarfelephangrass - rhizoma peanut association as affected by nitrogen fertilization. Soil and Crop Sci. Soc. FIa.Proc. 47:237-242 .

Van Soest PJ. 1982. Nutritional ecology of the ruminant. New York (USA): Cornell University Press.

Voisin A. 1959. Grass productivity. California (USA): Island Press.

Winarso S. 2005. Kesuburan tanah, dasar kesehatan dan kualitas tanah. Yogyakarta (Indones): Gava Media.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Copyright (c)  2016 Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.